DPRD Jatim Nilai Desa Wisata Mampu Dongkrak UMKM dan Tumbuhkan Lapangan Kerja
Desa wisata jika dikembangkan dengan optimal bukan tidak mungkin akan menjadi penopang penting perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- DPRD Jawa Timur menilai pengembangan desa wisata berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.
- Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Mahdi, menyebut hampir seluruh daerah di Jawa Timur memiliki potensi desa wisata yang dapat dikembangkan.
- Desa wisata dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi lokal
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Desa wisata jika dikembangkan dengan optimal bukan tidak mungkin akan menjadi penopang penting perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Sebab, wisata biasanya juga identik dengan UMKM sehingga pengembangan desa wisata perlu terus didorong.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim Mahdi percaya betul dengan potensi desa wisata. Terlebih, Jawa Timur memiliki potensi wisata yang besar.
"Wisata di Jawa Timur ini sangat menarik sekali. Di daerah atau kabupaten/kota, rata-rata sudah mempunyai desa wisata," kata Mahdi seperti dikutip, Kamis (21/5/2026).
Secara khusus, penjelasan Mahdi ini disampaikan dalam Podcast Ngobrol Bareng Dewan bersama TribunJatim Network.
Baca juga: Apresiasi Aksi Heroik Nakes Saat Kebakaran, DPRD Jatim Usul Penghargaan Internal di RSUD dr Soetomo
Podcast ini berlangsung di Pantai Bentar Probolinggo, salah satu tempat wisata yang dimiliki Jawa Timur. Mahdi merupakan legislator dapil Pasuruan-Probolinggo.
Mahdi memberi contoh, di kawasan Pasuruan dan Probolinggo ini banyak tempat wisata unggulan baik gunung, pantai, alam maupun tempat wisata lainnya.
Ini menjadi contoh bagaimana Jawa Timur memiliki banyak potensi wisata yang perlu terus dikembangkan agar optimal.
Pengembangan desa wisata ini menjadi salah satu kunci penting.
"Tujuannya desa wisata adalah tentu untuk mendongkrak desa menjadi tempat wisata sehingga menarik wisatawan. Nantinya, bisa menghasilkan pendapatan dan perputaran ekonomi," jelas Kang Mahdi, sapaan akrab politisi PPP ini.
Menurut Kang Mahdi, tentu setiap daerah tidak bisa disamakan. Ini mengingat memang terdapat daerah yang menjadi desa wisata lantaran secara alamiah berada di lokasi yang memiliki keindahan alam.
Namun, disisi lain memang ada daerah yang perlu dibuatkan desa wisata.
Khusus untuk desa wisata buatan ini kadangkala memang perlu terus mendapat sentuhan agar bisa bertahan lama.
| UMKM Ekspor Sambal Surabaya Kena Imbas Pelemahan Rupiah, Terpaksa Hitung Ulang Harga Jual |
|
|---|
| Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Tinjau Industri Kulit di Krian, Produk Premium Tembus Ekspor |
|
|---|
| DPRD Jatim Buka Suara soal SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 tentang Nasib Guru Honorer |
|
|---|
| Dukung Pertumbuhan Usaha UMKM di Surabaya, ACC Danaku Bantu Pengembangan Usaha Kuliner |
|
|---|
| Apresiasi Aksi Heroik Nakes Saat Kebakaran, DPRD Jatim Usul Penghargaan Internal di RSUD dr Soetomo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Komisi-C-DPRD-Jatim-Mahdi-saat-berbincang-bersama-TribunJatim.jpg)