Sejarah di Jatim

Kisah Berdirinya Kampung Inggris Pare, Berawal dari Dua Mahasiswa hingga Jadi Ikon Eduwisata Populer

Berawal dari kisah Mr. Kalend mengajar dua mahasiswa, Kampung Inggris Pare kini menjadi pusat kursus bahasa Inggris dan ikon eduwisata di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Melia Luthfi
SEJARAH KAMPUNG INGGRIS PARE - Kampung Inggris Pare di Kediri berawal dari kisah sederhana dua mahasiswa yang belajar bahasa Inggris bersama Mr. Kalend pada 1977. Dari serambi masjid, lahirlah Basic English Course (BEC) yang kemudian berkembang pesat hingga menjadi ikon eduwisata dan pusat kursus bahasa Inggris terbesar di Indonesia. 

Kala itu, KH Ahmad Yazid tinggal di Pesantren Darul Falah, Dusun Singgahan, Desa Pelem.

Kalend tinggal dan belajar di pesantren tersebut tanpa dipungut biaya. Ia berharap bisa menguasai setidaknya satu atau dua bahasa asing.

Perjalanan Kampung Inggris kemudian dimulai dari sebuah peristiwa yang tidak disengaja. 

Saat KH Ahmad Yazid sedang berada di luar kota, datang dua mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya yang ingin belajar bahasa Inggris untuk persiapan ujian.

Karena sang kiai tidak berada di tempat, istri KH Ahmad Yazid meminta Kalend untuk membantu mengajar dua mahasiswa tersebut. 

Proses belajar dilakukan secara intensif di serambi Masjid Darul Falah dengan membahas ratusan soal bahasa Inggris.

Baca juga: Mengenal Kampoeng Ilmu Surabaya, Jejak Perjalanan Pedagang Buku Bekas hingga Menjadi Ikon Literasi

LIBURAN - Sejumlah peserta kursus saat berada di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jatim. Mereka mengisi liburan dengan mengikuti short course selama dua minggu sampai satu bulan.
LIBURAN - Sejumlah peserta kursus saat berada di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jatim. Mereka mengisi liburan dengan mengikuti short course selama dua minggu sampai satu bulan. (TRIBUNJATIM.COM/NURAINI FAIQ)

Berawal dari Dua Mahasiswa

Berbekal pembelajaran bersama Kalend, dua mahasiswa tersebut berhasil lulus ujian. Keberhasilan itu kemudian menyebar dari mulut ke mulut di kalangan mahasiswa dan santri.

Sejak saat itu, semakin banyak orang datang ke Pare untuk belajar bahasa Inggris kepada Mr Kalend

Jumlah murid yang terus bertambah membuat Kalend mendirikan lembaga kursus bernama Basic English Course (BEC).

Pada awal berdiri, kegiatan belajar masih dilakukan secara sederhana di serambi masjid. Pesertanya pun hanya beberapa orang dan sebagian besar berasal dari sekitar Pare.

Namun seiring waktu, BEC berkembang pesat. Metode pembelajaran yang dinilai efektif membuat banyak pelajar tertarik belajar di sana, terutama untuk kemampuan speaking dan grammar.

Banyak murid BEC yang kemudian menetap di Pare dan mendirikan lembaga kursus sendiri. Dari situlah jumlah tempat kursus bahasa Inggris di Pare terus bertambah dari tahun ke tahun.

Berkembang Jadi Kampung Pelajar

Kawasan Kampung Inggris kini identik dengan suasana kampung pelajar. Ribuan siswa dari berbagai daerah datang setiap bulan untuk mengikuti program kursus jangka pendek maupun panjang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved