Sejarah di Jatim

Kisah Berdirinya Kampung Inggris Pare, Berawal dari Dua Mahasiswa hingga Jadi Ikon Eduwisata Populer

Berawal dari kisah Mr. Kalend mengajar dua mahasiswa, Kampung Inggris Pare kini menjadi pusat kursus bahasa Inggris dan ikon eduwisata di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Melia Luthfi
SEJARAH KAMPUNG INGGRIS PARE - Kampung Inggris Pare di Kediri berawal dari kisah sederhana dua mahasiswa yang belajar bahasa Inggris bersama Mr. Kalend pada 1977. Dari serambi masjid, lahirlah Basic English Course (BEC) yang kemudian berkembang pesat hingga menjadi ikon eduwisata dan pusat kursus bahasa Inggris terbesar di Indonesia. 

Aktivitas pelajar yang lalu-lalang menggunakan sepeda menjadi pemandangan khas di kawasan tersebut. Suasana lingkungan yang relatif tenang juga dinilai mendukung proses belajar.

Banyak rumah warga yang kemudian diubah menjadi kos-kosan, camp bahasa Inggris, hingga tempat usaha untuk memenuhi kebutuhan para pelajar.

Berbagai fasilitas penunjang seperti warung makan, laundry, toko buku, tempat fotokopi, minimarket, hingga persewaan sepeda tumbuh pesat di sekitar kawasan kursus.

Keberadaan Kampung Inggris juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga memperoleh penghasilan tambahan dari usaha kos, kuliner, hingga jasa penunjang lainnya.

Baca juga: Menelusuri Kampung Peneleh Surabaya, Kawasan Bersejarah yang Dijuluki Kampung Bapak Bangsa

Pusat Kursus Bahasa Inggris di Indonesia

Popularitas Kampung Inggris semakin meningkat sejak awal tahun 2000-an. 

Saat program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mulai berkembang, banyak pelajar datang ke Pare untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.

Selain untuk kebutuhan sekolah, banyak mahasiswa dan pekerja mengikuti kursus di Pare sebagai persiapan tes TOEFL maupun kebutuhan kerja.

Forum Kampung Bahasa (FKB) Pare mencatat, jumlah lembaga kursus di kawasan tersebut kini mencapai ratusan. 

Beberapa lembaga yang cukup dikenal antara lain Mahesa Institute, HEC, Mr Bob, Oxford, Titik Nol, hingga Brilliant.

Tidak hanya bahasa Inggris, sejumlah lembaga di Pare juga membuka kursus bahasa asing lain seperti Jepang, Korea, hingga Arab.

Dilansir dari Kompas.com, Pemerintah Kabupaten Kediri juga mulai mengembangkan Kampung Inggris sebagai kawasan eduwisata melalui program penataan lingkungan dan infrastruktur.

Kini Kampung Inggris Pare tidak hanya menjadi tempat belajar bahasa, tetapi juga telah berkembang menjadi ikon pendidikan nonformal di Jawa Timur yang dikenal hingga mancanegara.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved