Idul Adha 2026

Jaminan Kurban Sehat di Ponorogo: Sapi Presiden Bebas Cacing Hati, Warga Diimbau Manfaatkan RPH

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) memperketat pemeriksaan hewan kurban usai penyembelihan untuk memastikan daging

Tayang:
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
NIHIL - Dokter Hewan dari Dipertahankan Ponorogo saat memeriksa hati sapi banmas Presiden Prabowo Subianto di Masjid Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Kamis (28/5/2026). Tidak ada temuan cacing hati 

Ringkasan Berita:
  • Hasil Uji Sapi Presiden: Dinyatakan sehat 100 persen, bebas cacing hati, dan memenuhi standar ASUH.
  • Fokus Pemeriksaan: Organ dalam (Hati, Limpa, Paru) di berbagai titik sampel, termasuk Masjid Agung dan Masjid Tegalsari.
  • Instruksi Afkir: Organ yang ditemukan mengandung cacing hati wajib dibuang untuk menjaga kualitas konsumsi warga.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) memperketat pemeriksaan hewan kurban usai penyembelihan untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi dan bebas dari cacing hati. 

Pemeriksaan dilakukan di berbagai titik penyembelihan, termasuk pada sapi bantuan presiden di Masjid Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jatim yang dipastikan dalam kondisi sehat.

Pantauan TribunJatim.com, dokter hewan dari Dipertahankan memeriksa organ dalam hewan kurban seperti hati, limpa, dan paru-paru guna memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit maupun parasit. 

Baca juga: Plt Bupati Ponorogo Tinjau Jembatan Plapar yang Nyaris Ambrol, Pemkab Ajukan Bantuan ke Pemprov

Sapi Presiden Lolos Uji Kesehatan

Jika ditemukan organ yang terinfeksi cacing, bagian tersebut langsung diafkir dan dibuang agar tidak dikonsumsi masyarakat karena berpotensi menularkan penyakit kepada manusia.

“Untuk yang sapi bantuan presiden ini aman. Tidak ada cacing atau lainnya. Bisa langsung dibagikan,” ungkap Plt Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan, Dipertahankan Ponorogo, drh Wikan Dediastuti, Kamis (28/5/2026).

Dia menjelaskan selain pemeriksaan sapi kurban di Masjid Tegalsari, tim juga memeriksa di sejumlah titik lainnya. Seperti sapi kurban di Masjid Agung, Rabu (27/5/2026).

“Yang kami periksa itu mulai organ hati, limpa, paru. Memastikan benar-benar sehat tidak ada cacing,” kata Wikan kepada TribunJatim.com.

Drh Wikan menyatakan bahwa harapan Dipertahankan Ponorogo untuk sapi kurban dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Sehingga semua terdata dengan jelas..

“Semua terperiksa. Jadi antemortem (AM) maupun postmortem (PM) bisa langsung diperiksa,” jelas Wikan saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

Dia menyatakan bahwa tim dari Dipertahankan memang terbatas jika harus keliling se Bumi Reog untuk memeriksa. Sehingga saat ini hanya sampel.

“Makanya diharapkan memang di RPH. Karena kalau di RPH, insya Allah bisa kita periksa paling atau paling enggak laporan ke kami, titik mana yang memang menginginkan untuk diperiksa,” urainya.

Dia menyatakan memang masyarakat bisa memeriksa sendiri apakah sapi tersebut ada cacing atau cacing. Namun untuk peneguhannya tetap harus ada dari Dipertahankan.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Ponorogo Disembelih, Daging Dibungkus Daun Pisang Demi Zero Plastik

“Hati yang pada saat pemeriksaan ditemukan cacing hati tidak layak dikonsumsi. Cacing hati tidak bisa secara langsung menularkan ke manusia,” bebernya.

Namum cacing hanya mampu pada saat stadium infektif misal di sayuran yg terkontaminasi telur cacing yang infektif.  

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved