Pengunjung Warkop di Tuban Mendadak Gempar, Ular Piton 2,5 Meter Muncul, Damkar Langsung Gercep
Pengunjung Warkop Millenial Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Seekor ular piton sepanjang sekitar 2,5 meter ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kayu di Warkop Millenial Boto pada Rabu malam, sehingga membuat pengunjung dan pemilik warung resah.
- Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban menerima laporan sekitar pukul 23.35 WIB dan berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman setelah memindahkan tumpukan kayu yang menjadi tempat persembunyiannya.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Pengunjung Warkop Millenial Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton sepanjang sekitar 2,5 meter pada Rabu (27/5/2026) malam.
Hewan reptil tersebut ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kayu bekas reng dan usuk di area warkop sehingga membuat pemilik serta pengunjung merasa resah.
Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan laporan mengenai keberadaan ular itu diterima Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban sekitar pukul 23.35 WIB.
Petugas Pos Mako kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 23.52 WIB.
Baca juga: Geger Ular Piton 6 Meter Muncul di Kebun Belakang Rumah Warga, Damkar Turun Tangan
“Begitu menerima laporan adanya ular piton yang meresahkan pengunjung warkop, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan agar tidak membahayakan masyarakat,” ujar Sutaji, Kamis (28/5/2026).
Proses evakuasi kemudian dilakukan hingga pukul 00.13 WIB.
Proses ini cukup memakan waktu, karena petugas harus memindahkan kayu-kayu yang menumpuk. Sebab, tumpukan kayu ini digunakan oleh ular tersebut untuk bersembunyi.
“Proses evakuasi ular piton tersebut berjalan aman, tanpa kendala maupun korban,” imbuhnya.
Dari kejadian ini Sutaji menghimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan hewan liar berbahaya di lingkungan sekitar.
Serta membersihkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar tidak digunakan sebagai sarang reptil.
“Kami mengimbau warga untuk tidak menangani sendiri hewan liar seperti ular piton karena berisiko membahayakan keselamatan,” bebernya.
Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut kemudian langsung dibawa petugas menuju Pos Mako Damkar Tuban untuk penanganan lebih lanjut.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Cara Canggih Sindikat STNK Aspal Ubah Identitas Kendaraan, Cukup Pakai Pensil Warna dan Spidol |
|
|---|
| Truk Colt Diesel Seruduk Pantat Truk Fuso Parkir di Jalur Babat–Lamongan, 1 Orang Terluka |
|
|---|
| Flyover Gedangan Masuk Tahap Pembebasan Lahan, 89 KK Terdampak, DPRD Minta Semua Pihak Duduk Bersama |
|
|---|
| Daftar Penyakit yang Rentan Muncul Setelah Hari Raya Idul Adha |
|
|---|
| Jaminan Kurban Sehat di Ponorogo: Sapi Presiden Bebas Cacing Hati, Warga Diimbau Manfaatkan RPH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Damkar-Petugas-Satpol-PP-dan-Damkar-Kabupaten-Tuban-mengevakuasi-seekor.jpg)