Gubernur Khofifah Lantik Kepala BKKBN Jatim, Pesankan Soal Pembangunan Keluarga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Shodiqin sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
  • Khofifah menekankan pentingnya pembangunan keluarga, penurunan stunting, serta pengendalian angka kematian ibu dan bayi

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5/2026). 

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 26/KP.05.01/PEG/2026.

Dalam sambutannya Khofifah menyampaikan beberapa pesan penting. Ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga, penurunan stunting, hingga pengendalian angka kematian ibu dan bayi. 

Tiga hal itu menurutnya menjadi modal utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. 

Khofifah menekankan bahwa bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia beberapa tahun ke depan harus dipersiapkan secara serius melalui pembangunan kualitas manusia di seluruh lini kehidupan.

Baca juga: Apel Perdana BKKBN Jatim 2026, Fokus Penurunan Stunting dan ASN Peduli-Berbagi

Menurutnya, pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara mengenai kuantitas penduduk, tetapi juga menyangkut kualitas SDM, mobilitas penduduk, kualitas pengasuhan keluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Komitmen ini sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Ada Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya yang harus nyekrup karena ada kualitas, kuantitas dan mobilitas terkait kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga sinergi bisa dibangun lebih detail dan impresif sehingga kualitas, kuantitas dan mobilitas bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Gubernur Khofifah Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Banjarejo Bojonegoro

Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan Indeks Modal Manusia (IMM) sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan SDM dan proyeksi kualitas generasi masa depan.

“Peningkatan IMM, ditentukan penurunan angka kematian ibu, bayi, balita, serta prevalensi stunting sebagai cerminan kualitas layanan kesehatan, pengasuhan, dan efektivitas pembangunan manusia,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan signifikan. 

Pada tahun 2024, AKI tercatat sebesar 82,56 per 100 ribu kelahiran hidup dan turun menjadi 68,7 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2025.

Capaian tersebut bahkan telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved