Imam Musala Thohir Bertahan Jadi Tukang Becak Meski Terdampak Shuttle Tuban, Sehari Dapat Rp40.000

Thohir sehari-hari mengantar peziarah dari berbagai daerah yang hendak berziarah ke Makam Sunan Bonang.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
AKSI TUKANG BECAK - Thohir (50), tukang becak asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban (kiri), mengikuti aksi demonstrasi bersama ratusan tukang becak dan PKL Kebonsari di depan Gedung DPRD Tuban, Selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Di tengah kehadiran shuttle, imam musala bernama Thohir bertahan jadi tukang becak meski penghasilan sehari tak seberapa.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Setiap pagi usai salat subuh, Thohir (50), pria paruh baya asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, harus menunggu Bus Simas Ganteng di depan Kantor Kecamatan Plumpang untuk mengais rezeki dari mengayuh becak tradisional.

Telah puluhan tahun menggeluti profesi sebagai tukang becak di Parkiran Kebonsari, Kabupaten Tuban, ia sehari-hari mengantar para peziarah dari berbagai daerah yang hendak berziarah ke Makam Sunan Bonang.

Baca juga: Rotasi & Mutasi di Internal Polres Kediri, Sejumlah Perwira Polisi Resmi Ganti Jabatan

Asam garam profesi tersebut telah ia lalui.

Di sela kesibukannya sebagai tukang becak, ternyata ia juga menjadi imam musala di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Jatimulyo.

Namun, saat ini pendapatannya mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Ia mengaku, dalam sehari mulai selepas subuh hingga pukul 14.00 WIB, hanya memperoleh sekitar Rp40 ribu dari dua kali mengantar penumpang.

Itu pun jika sedang beruntung, tidak jarang ia harus pulang tanpa membawa uang sama sekali.

Penurunan pendapatan tersebut terjadi karena bus peziarah kini jarang masuk ke Parkiran Wisata Kebonsari. 

Selain itu, banyak peziarah yang lebih memilih menggunakan mode transportasi lain berupa shuttle.

Kehadiran transportasi tersebut dianggap menjadi ancaman bagi Thohir dan rekan-rekan seprofesinya.

"Sepi, sehari hanya Rp40 ribu, kadang juga enggak bawa uang," ucapnya, Selasa (2/6/2026).

Di bawah terik matahari saat mengikuti aksi demonstrasi tukang becak dan pedagang kaki lima (PKL) Parkiran Kebonsari di depan Gedung DPRD Tuban, Thohir menyebut, penghasilan Rp40 ribu per hari tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun karena tidak memiliki pilihan lain, uang tersebut harus diputar dan dicukup-cukupkan untuk menyambung hidup bersama sang istri.

Terlebih, penghasilan tersebut juga masih harus dipotong biaya transportasi menuju terminal tempatnya mangkal.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved