Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Obat di Bondowoso Merangkak Naik
Harga sejumlah obat di apotek wilayah Bondowoso mulai mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
Senada dengan hal itu, Putu Setia Pratama, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Bondowoso, membenarkan bahwa kenaikan harga beberapa produk obat sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir atau sekitar Maret lalu. Bahkan, ada beberapa item obat yang sudah mengalami kenaikan hingga dua kali.
"Ada yang bulan Maret naik, kemudian bulan Mei naik lagi," terang Putu saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Pria yang juga pemilik Apotek Curahdami Sehat ini menyebut kenaikan harga tersebut sebenarnya tidak terlalu signifikan, yakni berkisar antara 3 hingga 5 persen. Kenaikan merata terjadi pada produk seperti vitamin serta obat batuk dan pilek.
Kondisi ini secara otomatis ikut menurunkan daya beli masyarakat.
"Kalau penurunan daya beli masyarakat tidak terlalu signifikan, kisarannya sekitar 10 persen," jelasnya.
Ia menegaskan dampak melemahnya nilai tukar rupiah ini benar-benar signifikan terhadap sektor farmasi karena ketergantungan yang tinggi pada bahan baku impor.
"Kami di jaringan apotek betul-betul merasakan dampaknya sekarang. Tentu sangat menyayangkan kondisi seperti ini," kata Putu.
Oleh karena itu, Putu berharap nilai tukar rupiah bisa segera stabil kembali agar harga obat ikut terkendali.
"Saya khawatirnya jika dolar terus naik seperti ini, sementara bahan baku datang dari luar negeri, akan ada kenaikan harga lagi ke depannya," urainya.
Ia menyebutkan bahwa situasi sulit ini dialami oleh seluruh apotek di wilayah tersebut. Terlebih, distributor obat yang menyuplai mereka rata-rata sama, yaitu berasal dari Jember, Surabaya, dan Malang.
"Semua mengalami hal serupa, saya yakin teman-teman apoteker lain juga merasakan hal yang sama. Banyak yang sudah saling curhat," pungkasnya.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Sabtu (6/6/2026) pukul 10.26 WIB di angka Rp 18.049 per dollar AS
| Truk Angkut 4 Ton Wortel Masuk Jurang di Bondowoso, Sopir Tak Berani Loncat: Bisa Mati |
|
|---|
| Polemik Isu Peternakan Babi di Bondowoso, Kades Angkat Bicara usai Ratusan Warga Menolak |
|
|---|
| Siswa SD di Bondowoso Sulap Limbah MBG Jadi Pupuk Organik, Dibagikan Gratis ke Warga |
|
|---|
| 4 Tahun Disangga Bambu, Plafon Lantai 2 Kantor Kelurahan Nangkaan di Bondowoso Ambruk Total |
|
|---|
| Alasan Menkeu Purbaya Tetap Tenang Meski Rupiah Tertekan hingga Rp 18.000 per Dolar AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Diduga-Karena-Nilai-Tukar-Rupiah-Melemah-Harga-Obat-di-Bondowoso-Mulai-Merangkak-Naik.jpg)