Masuk 10 Besar Kota Bersih Nasional, Sidoarjo Masih Hadapi 87 Ton Sampah Tak Terkelola per Hari

Kabupaten Sidoarjo masuk 10 besar nasional kota bersih dengan nilai 70,55 berdasarkan penilaian KLHK dan tim independen.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/M Taufik
SAMPAH - DLHK saat membahas persoalan sampah bersama kepala daerah di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Senin (8/6/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Sidoarjo masuk 10 besar nasional kota bersih dengan nilai 70,55 berdasarkan penilaian KLHK dan tim independen.
  • Sidoarjo menghasilkan 892 ton sampah per hari, namun masih terdapat sekitar 87 ton yang belum terkelola dengan baik.
  • Persoalan pembakaran sampah dan pembuangan liar masih menjadi tantangan meski partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah terus meningkat.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Sidoarjo setelah berhasil menembus 10 besar nasional dalam kategori kota bersih berdasarkan penilaian terbaru Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim penilai independen.

Dengan nilai 70,55, Sidoarjo kini telah mengantongi sertifikat menuju kota bersih.

Meski demikian, capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Di balik prestasi tingkat nasional tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan pengelolaan sampah yang menjadi pekerjaan rumah dan perlu segera dituntaskan.

Setiap hari, Kabupaten Sidoarjo menghasilkan hampir 900 ton sampah. Sebagian besar memang telah berhasil dikelola, namun masih ada puluhan ton sampah yang belum tertangani secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.

Salah satu dampak yang masih terlihat di lapangan adalah munculnya tempat pembuangan sampah liar serta praktik pembakaran sampah oleh masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R (TPS3R) yang kini menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Baca juga: Kawalan Ketat Brimob, 50 Napi Risiko Tinggi Lapas Porong Sidoarjo Dipindahkan ke Nusakambangan

Sidoarjo Masuk 10 Besar Kota Bersih Nasional

Berdasarkan penilaian terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim penilai independen, Kabupaten Sidoarjo berhasil menembus posisi 10 besar nasional sebagai kota bersih dengan raihan nilai 70,55.

Kabupaten Sidoarjo juga telah mengantongi sertifikat menuju kota bersih sebagai bentuk pengakuan atas berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan selama ini.

Meski demikian, tantangan dalam pengelolaan sampah di lapangan masih cukup besar. Banyak persoalan yang harus diselesaikan mulai dari sumber sampah hingga proses pengolahan akhir.

Masih Ada 87 Ton Sampah Belum Terkelola

Sidoarjo tercatat memproduksi sampah hingga 892 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 805 ton telah berhasil dikelola melalui berbagai sistem pengolahan yang tersedia.

Namun masih terdapat sekitar 87 ton sampah per hari yang belum dapat tertangani secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menjelaskan bahwa akumulasi sampah yang belum terkelola tersebut diduga menjadi salah satu faktor munculnya titik-titik pembuangan sampah liar.

"Secara skala nasional, sebenarnya Sidoarjo sudah tidak jelek-jelek amat. Kita berada di posisi 10 terbaik nasional dengan nilai 70,55. Tapi memang ada sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan," ujar Arif, Senin (8/6/2026).

Pembakaran dan Sampah Liar Masih Jadi Persoalan

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved