Dampak Rupiah Melemah

Demi Pelanggan Tetap Bertahan, Penjual Nasi Bungkus di Jember Putar Otak Hadapi Harga Mahal

Pedagang nasi bungkus di Jember mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi sejak setelah Lebaran Idulfitri 2026.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
MAHAL - Pedagang bawang di Pasar Tanjung Jember. Bawang termasuk kelompok bumbu yang harganya meroket dan dikeluhkan para konsumen, seperti pedagang nasi bungkus. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang nasi bungkus di Jember mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi sejak setelah Lebaran Idulfitri 2026.
  • Meski biaya produksi meningkat, pelaku usaha kecil memilih tidak menaikkan harga jual dan harus menanggung penurunan keuntungan hingga 30 persen.
  • Untuk bertahan, pedagang memanfaatkan promo di marketplace guna membeli telur, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih murah.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan pelaku usaha kuliner skala kecil di Kabupaten Jember.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, para pedagang harus menghadapi meningkatnya biaya produksi tanpa diikuti kenaikan harga jual kepada konsumen.

Situasi tersebut membuat margin keuntungan para pedagang terus menyusut. Meski demikian, sebagian besar pelaku usaha memilih bertahan dengan harga lama karena khawatir kehilangan pelanggan apabila harga makanan dinaikkan.

Salah satu yang merasakan kondisi tersebut adalah Riati, penjual nasi bungkus di kawasan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates. Sejak setelah Lebaran Idulfitri 2026, ia mengaku harus memutar otak untuk menjaga usahanya tetap berjalan di tengah naiknya harga beras, bumbu dapur, hingga minyak goreng.

Berbagai strategi pun dilakukan untuk menekan biaya produksi, mulai dari menyesuaikan penggunaan bahan baku hingga berburu promo kebutuhan pokok di marketplace. Langkah itu terpaksa dilakukan agar harga nasi bungkus yang dijual tetap terjangkau bagi pelanggan.

Meski keuntungan berkurang cukup signifikan, Riati berharap harga komoditas segera stabil sehingga usaha kecil seperti miliknya dapat kembali memperoleh margin keuntungan yang lebih baik.

Baca juga: Ratusan Lansia Padati Alun-alun Jember, Semarakkan Hari Lanjut Usia Nasional 2026

Harga Bahan Pokok Terus Naik Sejak Lebaran

Pedagang nasi bungkus mengeluhkan berkurangnya margin keuntungan mereka akibat naiknya sejumlah komoditas.

Harga komoditas yang tidak ramah di kantong para pelaku usaha ini dinilai sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir, sejak Lebaran Idulfitri.

Meski keuntungan tergerus, pelaku usaha kecil tidak berani menaikkan harga jualan mereka, seperti yang diakui oleh Riati, seorang penjual nasi bungkus di Tegalbesar, Kaliwates, Jember.

Apalagi saat ini, di tengah berbagai tekanan biaya produksi, Riati harus benar-benar memutar otak dan menerapkan strategi yang tepat agar keuntungan usahanya tidak semakin menyusut tanpa harus menaikkan harga jual.

"Sekarang bahan-bahan mahal, rasanya sih sejak Lebaran lalu ya, harga beberapa bahan masih mahal. Memang ada yang sempat turun, namun naik lagi," ujar Riati, Senin (8/6/2026).

Bawang, Cabai, dan Beras Jadi Beban Terbesar

Saat ini, bahan dasar nasi bungkus yang harganya masih relatif sering naik adalah beras, bumbu dapur, dan minyak goreng.

Kelompok bumbu menjadi salah satu komoditas yang paling membebani biaya produksi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved