Dam Pelimpah Jember Ambrol, Dewan Soroti Kualitas Proyek Rp 15 Miliar

Dam Pelimpah di Sungai Tanggul, Desa Paseban Kecamatan Kencong Jember, Jawa Timur ambrol, padahal baru selesai dibangun.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Imam Nawawi
AMBROL: Kondisi Dam Pelimpah di Sungai Tanggul, Desa Paseban Kecamatan Kencong Jember, Jawa Timur, Senin (12/1/2026) Bendungan sungai ini ambrol usai dibangun 

Ringkasan Berita:
  • Dam Pelimpah di Sungai Tanggul, Desa Paseban, Kencong Jember, ambrol meski baru selesai dibangun dengan dana APBD Jatim sebesar Rp 15 miliar pada akhir 2025.
  • DPRD Jatim menegaskan proyek masih tanggung jawab kontraktor karena belum diserahterimakan, serta mendesak uji lab untuk memastikan kualitas material dan pengerjaan.
  • Legislator mencurigai kerusakan bukan murni faktor alam, tetapi kemungkinan akibat pengerjaan tidak sesuai spesifikasi

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Dam Pelimpah di sungai tanggul, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabuparten Jember, Jawa Timur ambrol, padahal baru selesai dibangun.

Proyek pembangunan bendungan sungai milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini baru saja rampung digarap PT. Rajendra Pratama Jaya serta PT Kencana Adya Daniswara sebagai konsultan supervisi pada akhir 2025.

Proyek fisik di Jember tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur, bahkan menelan dana sebesar Rp 15 Miliar.

Suryanto, Warga desa setempat mengungkapan, mengetahui kerusakan bangunan tersebut 12 Januari 2026, ketika jalan jalan. Kata dia, dan tersebut ambrol akibat tergerus air sungai.

"Ambrolnya dam itu karena tergerus kekuatan air kemudian tangkis. Dam sebelah barat juga terkikis," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (13/1/2026). 

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D DPRD Jatim, Satib, mengaku terkejut dengan kerusakan proyek tersebut. Dia juga akan segera melakukan peninjauan langsung di lokasi dam.

Baca juga: Dua Pembeli Diserang Puluhan Pemuda di Warung Madura Jember, Barang Dagangan Berantakan

"Dalam waktu dekat, saya akan turun ke lapangan untuk meninjau langsung pekerjaan tersebut," tanggapnya.

Menurutnya, hal tersebut masih tanggung jawab kontraktor pelaksana. Sebab proyek ini hingga sekarang belum diserahterimakan kepada Pemprov Jatim.

"Masih dalam masa pemeliharaan, maka kerusakan tersebut sepenuhnya tanggung jawab pihak rekanan (kontraktor)," kata Satib.

Selain itu, Satib juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Jatim melakukan uji lab terhadap material bangunan, sebagai langkah evaluasi kualitas proyek 

"Kami ingin memastikan apakah pekerjaannya sudah sesuai spesifikasi atau tidak," pinta Legislator Fraksi Partai Gerindra ini.

Satib curiga kerusakan infrastruktur sungai itu bukan dikarenakan faktor alam. Kata dia, hal itu bisa jadi akibat kualitas pengerjaan tidak standar.

"Kami curiga (pekerjaan) ini tidak sesuai standar. Spek itu sangat menentukan apakah bangunan kuat menahan arus atau tidak," duganya.

Satib mengingatkan, kontraktor agar mengerjakan proyek pemerintah dengan kualitas terbaik. Sebab biaya pembangunan ini berasal dari uang rakyat.

"Jika hasil lab membuktikan kualitasnya buruk, rekanan wajib bertanggung jawab penuh untuk memperbaikinya," tegas Anggota DPRD Jatim Dapil Jember-Lumajang ini.

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved