Berita Jember

Ngerinya Tragedi Nenek Umur 66 Tahun Tewas Tertabrak KA Sritanjung di Jember 

Nasib tragis Mikaya alias Bu Sani, lansia umur 66 tahun tewas tertabrak Kereta Api (KA) Sritanjung di perlintasan sebidang kilometer 162+ 2

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
TEWAS TERTABRAK: Polisi olah tempat kejadian perkara kecelakaan kereta di Kecamatan Sumberbaru Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026) Nenek umur 66 tahun tertabrak KA Sri Tanjung di Daop 9 Jember. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang lansia, Mikaya (66), tewas tertabrak KA Sritanjung di perlintasan rel di Jember saat berjalan kaki menuju rumah anaknya. Diduga korban tidak mendengar peringatan kereta.
  • Korban meninggal dunia dengan kondisi tubuh hancur. Jenazah dievakuasi ke puskesmas sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Nasib tragis Mikaya alias Bu Sani, lansia umur 66 tahun tewas tertabrak Kereta Api (KA) Sritanjung di perlintasan sebidang kilometer 162+ 2 Desa Rowotengah Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026).

Tubun nenek asal Desa Pondokdalem Kecamatan Semboro Jember ini hancur, usia tertabrak kereta bernomor lokomotif 280 pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Sumberbaru AKP Joko Sumargo mengemukakan kecelakaan tersebut ketika korban berjalan kaki ketika perjalanan untuk berkunjung di rumah anaknya.

"Melewati rel kereta api. Sesampai korban di rel, kereta Melaju dari arah timur ke barat KA/280 Sritanjung dan terjadilah laka Kereta api," ujarnya.

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Usai Dikejar Polisi di Pacitan, Ahli: Bukan Kesalahan Aparat Jika Sesuai SOP

Dia menduga, korban tidak mendengar sirene kereta api ketika melintasi rel tersebut, sehingga nenek ini mengalami kecelakaan tragis ini.

"Ketika melintas di TKP korban sendirian. Setelah dievakuasi korban dibawa di Puskesmas Tanggul lalu diserahkan ke keluarganya," kata Joko.

Joko mengungkap jasad korban terbagi beberapa bagian, setelah tertabrak kereta api relasi Ketapang-Lempuyangan tersebut.

"Hancur sepertinya, ada beberapa bagian hancur," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro membenarkan peristiwa tersebut. Katanya, masinis kereta sudah beberapa kali membunyikan suling lokomotif ketika pejalan kaki melintas.

"Karena jarak yang terlalu dekat, insiden tersebut tidak dapat dihindarkan. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas KAI bersama pihak Polsek Sumber Baru sesuai dengan prosedur yang berlaku," tanggapnya.

Dampak peristiwa itu, Cahyo memastikan tidak terdapat kerusakan pada sarana maupun prasarana perkeretaapian, bahkan perjalan kereta berlangsung normal.

“Operasional perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pelanggan,” tambahnya.

Atas insiden ini, Cahyo mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak sembarang beraktifitas di jalur kereta, baik berjalan kaki, berfoto, maupun melakukan kegiatan lainnya, kerena hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kesadaran dan kepatuhan bersama,” tutup Cahyo.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved