Dipasung Keluarga selama 1,5 Bulan usai Cekik Ibunya Sendiri, Remaja ODGJ di Jember Akhirnya Bebas

Akhirnya kaki MAM lepas dari pasungan setelah dibebaskan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim).

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
DIPASUNG - Pelepasan pasung kayu di kaki MAM di dalam rumahnya di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (1/4/2026). Remaja ODGJ ini sudah 1,5 bulan hidup dalam pasungan kayu. 

Ringkasan Berita:
  • Kaki MAM akhirnya lepas dari pasungan setelah dibebaskan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim).
  • MAM sudah 1,5 bulan dipasung oleh keluarganya di dalam ruang sederhana berlantai tanah.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Remaja 16 tahun di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, MAM, sudah 1,5 bulan dipasung oleh keluarganya di dalam ruang sederhana berlantai tanah.

Kini akhirnya kaki MAM lepas dari pasungan setelah dibebaskan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim).

Baca juga: Geruduk Rumah Pemilik WO & Catering di Mojokerto, Pasangan Pengantin Korban Penipuan Tuntut Kerugian

Tim Relasi Cepat Dinsos melepas pasung kayu yang dikunci dengan rantai menggunakan tang.

MAM yang berpakaian kemeja putih dan sarung biru, tersenyum lebar tampak bahagia ketika pasung tersebut terlepas dari kedua kakinya.

Remaja ODGJ ini kemudian dibopong oleh tim JSC keluar rumah, karena langkah kakinya begitu lemah dan kaku akibat dipasung sejak pertengahan Februari 2026 lalu.

Setelah itu, Tim Dinsos Jatim memandikan dan membersihkan tubuh remaja ODGJ tersebut.

Lalu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh nakes Puskesmas setempat.

Ibu MAM, Tumyati, matanya nampak berkaca kaca dan lebam saat menyuapi makan putranya sebelum dibawa oleh Tim Dinsos Jawa Timur.

"Harapannya MAM ini ke depan dibawa pihak JSC ini, semoga lebih membaik dan sembuh total," ujar Tumyati, Kamis (2/4/2026).

Diketahui, remaja laki-laki tersebut mengalami ganguan jiwa sejak ayahnya meninggal dunia.

Menurutnya, sejak ayahnya meninggal dunia, mental putranya tidak stabil, sering ngamuk, bahkan menyerang orang di sekelilingnya. 

"Merusak barang-barang di rumahnya, bahkan saya dicekik," ungkapnya.

Hal itu membuat keluarga memutuskan secara terpaksa memasung putra sulungnya, demi keselamatan orang lain di sekitar.

"Sejak saat itu, keputusan memasung MAM itu dibuat bersama keluarga besar," ulasnya sambil memejamkan mata.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved