Duet Gus Mus & Gus Irfan Diusulkan Cicit Pendiri NU Pimpin PBNU Jelang Muktamar NU

Kemunculan dua nama tersebut bermula dari diskusi para keturunan pendiri NU yang tergabung dalam sebuah grup.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
USUL NAMA PEMIMPIN - KH Madini Farouq (Gus Mamak). Gus Mamak menawarkan dua nama duet pimpin PBNU yakni KH Mustofa Bisri dan KH Irfan Yusuf Hasyim. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Cicit pendiri NU, KH Madini Farouq, menawarkan dua nama tokoh NU menjadi nahkoda PBNU di Muktamar 2026.

Kedua tokoh yang ditawarkan oleh pria yang akrab disapa Gus Mamak tersebut adalah KH Mustofa Bisri dan KH Irfan Yusuf Hasyim.

Baca juga: Usut Dugaan Korupsi di Jabatan Bank Jatim, Kejari Nganjuk Geledah 4 Lokasi & Periksa Saksi Kunci

Kemunculan dua nama ini bermula dari diskusi para keturunan pendiri NU yang tergabung dalam sebuah grup bernama Komite Dzurriyah Pendiri NU.

Grup tersebut berisikan sejumlah cucu, cicit, dan keturunan pada pendiri NU baik dari KH Hasyim Ashari, KH Wahab Hasbullah, juga KH Bisri Syansuri.

Gus Mamak yang mengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihien Jember merupakan cicit dari KH Wahab Hasbullah dari jalur ibu, dan cucu dari KH Achmad Siddiq (Rais Aam Syuriah PBNU 1984 - 1991) dari jalur ayah.

"Kami berdiskusi, berangkat dari keprihatinan kami karena merasakan NU ini sudah melenceng dari khittahnya. Sebelum berbicara tentang sosok, kami melihat kondisi NU saat ini yang mengalami konflik, adanya dua kubu yang setelah ditelusuri ternyata karena tambang. Ini kan jadi aneh dan lucu. NU kok ngurusi tambang," ujar Gus Mamak dalam perbincangan dengan Surya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, NU adalah ahlusunnah waljamaah dan rahmatan lilalamin.

Rahmatan lilalamin, lanjutnya, berarti ramah bagi lingkungan.

"Lha ini kok mau ngurusi tambang, kan tidak ramah bagi lingkungan. Wong PCNU Jember saja mengeluarkan fatwa haram untuk tambang emas di Silo," tegasnya.

Karena berangkat dari konflik yang menyebabkan adanya dua kubu di PBNU saat ini, Gus Mamak menawarkan dua nama di atas sebagai calon nahkoda PBNU.

KH Mustofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus digadang sebagai Rais Aam atau Ketua Syuriyah (pimpinan tertinggi) dan KH Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) di kursi Katib Aam atau Ketua Tanfiziyah.

"Kami tawarkan duet Gus Mus atau KH Mustofa Bisri dan KH Irfan Yusuf Hasyim," tutur Gus Mamak.

Gus Mamak membeberkan alasan kenapa dua nama tersebut yang diusulkan.

Gus Mus disebutnya sebagai sosok zuhud masa kini, perpaduan antara kiai, budayawan, juga sastrawan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved