Pemkab Jember Pastikan Hewan Kurban Aman, Tim Dokter Hewan Sisir Pasar dan Peternakan

Pemkab Jember memastikan hewan kurban sehat dan bebas penyakit menular, tim dokter hewan diterjunkan ke 31 kecamatan untuk pemeriksaan berkala

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
JAMINAN AMAN - Petugas veteriner Pemkab Jember memberikan edukasi kesehatan hewan kurban kepada warga. Jaminan hewan kurban aman, Rabu (27/5/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Jember memastikan hewan kurban sehat dan bebas penyakit menular. 
  • Tim dokter hewan diterjunkan ke 31 kecamatan untuk pemeriksaan berkala. 
  • Pengawasan dilakukan mulai pasar hewan, peternakan hingga lalu lintas ternak.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyuni

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember memastikan hewan kurban yang beredar di wilayahnya dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait usai tim Kesehatan hewan melakukan pemeriksaan secara berkala hewan kurban di seluruh Kecamatan.

Gus Fawait menegaskan, Pemkab Jember bergerak cepat mengamankan rantai pasok dan kelayakan hewan kurban menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha.

Langkah mitigasi ini diambil guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memastikan momentum keagamaan ini mampu menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Dia menegaskan, jaminan kesehatan hewan kurban adalah prioritas mutlak. 

Baca juga: Mulai 1 Juni 2026, Wings Air Layani Penerbangan Surabaya-Jember, Berikut Jadwal Lengkapnya

Pemeriksaan Dilakukan di Seluruh Kecamatan

Pemkab Jember melalui dinas terkait telah menerjunkan tim pemantau ke berbagai pasar hewan dan sentra peternakan di seluruh wilayah kecamatan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir saat beribadah kurban. Tim dokter hewan kami terus menyisir lapangan secara berkala untuk memastikan hewan kurban diperjualbelikan memenuhi syarat syariat dan bebas dari penyakit menular," ujar Gus Fawait, Rabu (27/5/2026).

Pemeriksaan kesehatan hewan menjelang hari raya ini meliputi beberapa aspek krusial.

Pertama, sertifikasi kelayakan, yakni pemberian stempel atau surat keterangan sehat pada hewan yang telah lolos uji klinis.

Kedua, pengawasan lalu lintas ternak yang meliputi pengetatan pos pemeriksaan di perbatasan wilayah guna menghalau masuknya hewan sakit dari luar daerah.

Ketiga, dengan menggelar sosialisasi tata cara penyembelihan yang higienis dan sesuai dengan standar kesejahteraan hewan.

Baca juga: DPRD Soroti Belum Adanya Data Final Jumlah Penyandang Disabilitas di Jember

Idul Adha Dinilai Dorong Ekonomi Lokal

Di balik dimensi spiritualnya, Gus Fawait yang berlatar belakang pendidikan ilmu ekonomi melihat adanya potensi perputaran uang yang masif selama momentum Idul Adha.

Menurutnya, perputaran modal selama Idul Adha ini luar biasa besar, karena transaksi tidak hanya melibatkan peternak dan pembeli.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved