Muncul Wacana Penghapusan Mulok Keagamaan, Dewan Minta Pemkab Jombang Perkuat Program: Kota Santri
Muncul wacana penghapusan mulok keagamaan, dewan meminta Pemkab Jombang memperkuat program, singgung soal Kota Santri.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Anggota dewan menyoroti rencana penyesuaian status muatan lokal (mulok) keagamaan di Sekolah Dasar (SD) wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Muhammad Ishomuddin Haidar, anggota DPRD Jombang, secara tegas mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk justru menguatkan program tersebut, bukan menghapus atau mengubahnya menjadi kegiatan ekstrakurikuler.
Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, mulok keagamaan merupakan bagian esensial dari identitas Jombang sebagai Kota Santri.
Ia menekankan, program ini selaras dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 41 Tahun 2019 yang bertujuan membangun kecerdasan spiritual peserta didik.
"Program mulok keagamaan ini adalah wujud nyata dari komitmen kita sebagai Kota Santri. Ia berperan krusial dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda sejak dini," ucap pria yang akrab disapa Gus Haidar ini saat dikonfirmasi TribunJatim.com pada Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, pembelajaran keagamaan di tingkat dasar bukan sekadar tradisi, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya berilmu tetapi juga beretika dan bermoral.
Ia mengkhawatirkan, perubahan status mulok menjadi ekstrakurikuler akan mengurangi esensi dan intensitas pembinaan karakter siswa.
"Justru harus kita perkuat dan terus lanjutkan. Ini adalah fondasi penting untuk menjaga jati diri religius dan budaya Jombang," tegasnya.
Baca juga: Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD Mulai 2027, Menteri Pendidikan: Kunci Generasi Emas
Keresahan serupa sebelumnya telah disampaikan oleh para pengajar mulok keagamaan.
Mereka mengaku cemas atas wacana penghapusan tersebut karena berpotensi mengganggu jam mengajar bahkan keberlanjutan mata pencaharian mereka.
Koordinator Pembimbing Mulok Keagamaan SD Jombang, Ismawan, menyebut program itu telah berkontribusi positif terhadap perkembangan karakter dan kemampuan baca tulis Al Quran siswa.
"Tentunya khawatir kalau ada penghapusan mulok ini. Itu pastinya akan berpotensi mengganggu jam mengajar para guru di sekolah yang juga berimbas kepada pemasukan," ungkapnya dalam keterangan yang diterima media ini.
Belum Final
Menanggapi berkembangnya isu ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menyatakan, belum ada kebijakan atau edaran resmi tentang penghapusan mulok.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, mengklarifikasi bahwa pembahasan masih berada pada tahap internal dan belum menjadi keputusan final.
"Jadi masih pembahasan internal dan belum bersifat final," katanya.
muatan lokal
Jombang
Muhammad Ishomuddin Haidar
Kota Santri
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
TribunJatim.com
Berita Jombang Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Jelang SPMB 2026, Sudah Ada Empat Jalur Penerimaan Siswa Baru di Kediri, Apa Saja? |
|
|---|
| Jembatan di Babbalan Sumenep, Kapolres sampai Ikut Turun Tangan Memperbaiki, Warga: Sangat Membantu |
|
|---|
| Panaskan Mesin Politik, PKB Jatim Luncurkan 4 Program Strategis: Jumat Jadi Hari Serap Aspirasi |
|
|---|
| RPH Surabaya Ternyata Tak Jual Sapi saat Idul Adha 2026, Fokus Jasa Pemotongan |
|
|---|
| Jelang Keberangkatan, Kemenhaj Kota Blitar Masih Tunggu Kiriman 35 Koper Jemaah Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Muhammad-Ishomuddin-Haidar-anggota-DPRD-Jombang-saat-kunjungan-dan-monitoring-Komisi-B-DPRD-Jombang.jpg)