Antisipasi Longsor, BPBD Jatim Pasang Alat Early Warning System di Dusun Tegalrejo Wonosalam Jombang

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada analisis kerentanan wilayah, permukiman warga yang berada di bawah tebing dengan kemiringan curam

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
BENCANA - Tim BPBD Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Jombang saat memasang alat Early Warning System (EWS) di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (18/12/2025). Pemilihan didasarkan pada analisis kerentanan wilayah, khususnya dengan keberadaan permukiman warga yang berada di bawah tebing. 
Ringkasan Berita:
  • BPBD Jatim pasang EWS longsor di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Wonosalam.
  • Sistem mampu deteksi pergeseran tanah otomatis dan kirim data ke pusat kendali.
  • Lindungi 50 KK, sementara EWS banjir sudah terpasang di 4 titik Jombang.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memasang sistem peringatan dini di kawasan rawan bencana di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang guna mengantisipasi ancaman tanah longsor

Alat Early Warning System (EWS) tersebut dipasang di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada analisis kerentanan wilayah, khususnya dengan keberadaan permukiman warga yang berada di bawah tebing dengan kemiringan curam.

"Rumah penduduk di Tegalrejo sangat dekat dengan lereng yang terjal, sehingga tingkat risikonya lebih tinggi dan memerlukan pengawasan ekstra," ucap Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Wahyu Subianto, saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Kamis (18/12/2025).

Wahyu menegaskan bahwa pemasangan alat ini merupakan bentuk antisipasi dini, meskipun di lokasi tersebut belum terdeteksi tanda-tanda pergerakan tanah.

Baca juga: Perayaan Natal SDK Petra Jombang 2025 Bertema Rumah Jadi Wahana Pendidikan Karakter

Fungsi Sistem EWS

Sistem yang terpasang mampu mendeteksi pergeseran tanah dan secara otomatis mengaktifkan sirene serta lampu peringatan untuk mengingatkan masyarakat.

"Data pergerakan tanah juga langsung terkirim ke pusat kendali BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten melalui jaringan internet," ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Rumah Lansia di Madiun Rusak Parah Diterjang Tanah Longsor

Menurut Wahyu, tidak semua area yang memiliki retakan tanah langsung dipasangi EWS. Sebelumnya, tim telah mengevaluasi sejumlah lokasi, termasuk Dusun Jumok di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. 

Namun, karena jaraknya yang relatif jauh dari pemukiman dan kontur lereng yang tidak terlalu mengancam, pemasangan alat dinilai belum prioritas.

Evaluasi Lokasi

"Saat ini, satu unit EWS longsor telah beroperasi melindungi sekitar 50 kepala keluarga di Desa Jarak. Untuk EWS banjir, sudah terpasang di empat titik berbeda di Kabupaten Jombang," ungkap Wahyu.

Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat melalui teknologi, khususnya pada musim hujan ketika ancaman longsor meningkat.

"Harapan kami, upaya ini bisa meminimalisir resiko korban jiwa jika bencana datang sewaktu-waktu. Terlebih area ini sangat dekat dengan pemukiman masyarakat," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved