Program Desa Mantra 2026 di Jombang Mulai Dicairkan, RT dan RW Ikut Dapat Insentif
Pemerintah Kabupaten Jombang mulai mencairkan anggaran Program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera untuk Semua) tahun 2026
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemkab Jombang mengalokasikan Rp114 miliar untuk Program Desa Mantra 2026 yang menyasar 302 desa.
- Dana mulai dicairkan melalui Bank Jatim sejak Maret 2026 dan kini dalam proses penyaluran.
- Program mencakup insentif RT/RW, ketahanan pangan, dukungan BUMDes, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pemerintah Kabupaten Jombang mulai mencairkan anggaran Program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera untuk Semua) tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp114 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk 302 desa dan mencakup berbagai program prioritas, termasuk insentif bagi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, menyampaikan bahwa proses pencairan telah dilakukan sejak Selasa (10/3/2026).
Hingga menjelang siang pada Selasa kemarin, seluruh pengajuan dari desa telah masuk ke Bank Jatim dan mulai diproses pencairannya.
"Per hari ini seluruh pengajuan sudah masuk ke Bank Jatim dan sedang dalam tahap pencairan," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Pemkab Jombang Kucurkan Rp114 Miliar untuk Program Desa Mantra, RT/RW Ikut Senang Honor Bakal Cair
Menurut Agus, percepatan penyaluran anggaran tersebut merupakan arahan langsung Bupati Jombang, Warsubi.
Pemerintah daerah menargetkan agar seluruh program, termasuk pembayaran honor RT dan RW, dapat diterima tepat waktu oleh para penerima manfaat.
Program Desa Mantra sendiri mencakup beragam kegiatan strategis di tingkat desa.
"Di antaranya pemberian insentif RT dan RW, dukungan kegiatan RT serta dasawisma, penguatan ketahanan pangan melalui pengadaan gabah untuk lumbung desa, hingga penyediaan pupuk organik," ujarnya melanjutkan.
Selain itu, program ini juga memfasilitasi pelatihan dan sarana bagi wirausaha baru, dukungan permodalan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pembangunan infrastruktur desa seperti jalan berlapis aspal hotmix dan beton.
Tak hanya itu, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan serta pengadaan kendaraan operasional pemerintah desa.
"Pemkab Jombang memberikan fleksibilitas kepada masing-masing desa dalam memanfaatkan anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Wartomo, mengungkapkan bahwa proses pencairan di tingkat desa masih berlangsung. Pihaknya telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi sejak awal pekan.
| Sopir Pikap Terjepit Kabin usai Dihantam Tronton hingga Tabrak Rumah di Jombang: Evakuasi 2 Jam |
|
|---|
| Pria Ditemukan Tewas di Megaluh Jombang Ternyata Warga Kediri, Korban Tidak Pulang Sejak Jumat |
|
|---|
| Jutaan Ton Pupuk Bersubsidi Mengalir ke Petani Jombang, Distribusi Dipastikan Menyeluruh |
|
|---|
| Disdagrin Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG 3 Kg di Jombang |
|
|---|
| Kesenian Besutan Jombang, Dari Lerok Sederhana hingga Jadi Panggung Kritik Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Agus-Purnomo-Sekretaris-Daerah-Kabupaten-Sekdakab-Jombang-2026.jpg)