Perang Senyap Mafindo Jombang Melawan Hoaks, Dari Siskamling Digital hingga Pelatihan AI

Di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu jernih, sekelompok relawan di Kabupaten Jombang memilih berdiri di garis depan.

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Ndaru Wijayanto
Dok PWI Jombang
MAFINDO JOMBANG - Koordinator Wilayah Mafindo Jombang, Wahyu Subianto saat berada di Base Camp Mafindo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Mafindo dikenal sebagai organisasi periksa fakta bersertifikasi internasional 
  • Mafindo Jombang meraih penghargaan “Pioneer Navigasi Digital Kabupaten Jombang” di PWI Jombang Award 2026.
  • Koordinator Mafindo Jombang menyebutkan bahwa tantangan terbesar saat ini yakni rendahnya kemampuan masyarakat dalam memilah kebenaran.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu jernih, sekelompok relawan di Kabupaten Jombang memilih berdiri di garis depan.

Mereka bukan aparat, bukan pula institusi besar dengan sumber daya melimpah. Namun, peran mereka krusial: menjadi penjernih di tengah kabut hoaks yang kian pekat di ruang digital.

Komunitas itu adalah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jombang.

Bagian dari gerakan nasional yang berdiri sejak 2016, Mafindo dikenal sebagai organisasi periksa fakta bersertifikasi internasional yang konsisten membangun ketahanan informasi masyarakat.

Di tingkat lokal, Mafindo Jombang hadir sejak 2 Juli 2018, membawa semangat literasi digital yang tak sekadar wacana.

Koordinator Wilayah Mafindo Jombang, Wahyu Subianto, menyebutkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya derasnya informasi, tetapi juga rendahnya kemampuan masyarakat dalam memilah kebenaran.

"Karena itu, Mafindo mengambil peran aktif melalui berbagai pendekatan, mulai dari edukasi langsung hingga pemanfaatan teknologi," ucapnya pada Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Cegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024, MAFINDO Gelar Kelas Prebunking di Surabaya

Upaya tersebut diwujudkan melalui program-program yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Dari siaran edukatif di radio lokal hingga kegiatan “siskamling digital” yang mengajak warga lebih waspada terhadap informasi yang beredar di gawai mereka.

Tak berhenti di situ, Mafindo Jombang juga mulai melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia pendidikan.

Program seperti AI Go to School untuk guru serta AI Ready ASEAN bagi siswa dan orang tua menjadi bukti keseriusan mereka dalam menyiapkan masyarakat menghadapi era digital yang semakin kompleks.

"Melalui pendekatan ini, literasi digital tidak lagi sekadar memahami informasi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak," ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Ribuan Guru TPQ di Jombang Terima Insentif Rp1 Juta per Tahun, Dicairkan Dua Tahap

Selain edukasi, Mafindo juga menyediakan perangkat konkret untuk memeriksa kebenaran informasi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved