Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Gedung DPRD Kota Kediri Dibakar Massa

Dandim 0809/Kediri Bantah Tegas Isu Darurat Militer: Tertib Sipil

Menyusul kerusuhan yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, beredar isu di masyarakat mengenai pemberlakuan darurat militer. 

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Melia Luthfi
BANTAH ISU - Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama membantah isu adanya darurat militer di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (31/8/2025). Ia menyebut saat ini status Kamtibnas di Kota Kediri adalah tertib sipil. 

Poin Penting:

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menyusul kerusuhan yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (30/8/2025), beredar isu di masyarakat mengenai pemberlakuan darurat militer

Menanggapi hal tersebut, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama menegaskan, kabar itu tidak benar.

"Intinya terkait situasi Kamtibmas di Kota Kediri ada isu yang beredar darurat militer. Itu salah besar, karena darurat militer itu ada tahapannya ketika negara dalam kondisi tertentu," tegas Letkol Ragil, Minggu (31/8/2025).

Menurutnya, kondisi keamanan di Kediri hingga saat ini masih dalam koridor tertib sipil.

"Sekarang situasi adalah tertib sipil, jadi jangan sampai masyarakat termakan isu yang tidak benar. Kami tegaskan, saat ini bukan darurat militer," terangnya.

Lebih lanjut, Letkol Ragil menjelaskan, peran TNI tetap sesuai aturan.

Menurutnya, Kamtibmas ini sesuai dengan Undang-undang TNI, peran TNI di antaranya membantu pemerintah daerah supaya tetap berjalan.

Berikutnya, ia menyebut, TNI juga senantiasa siap melakukan perbantuan kepada kepolisian apabila dibutuhkan.

Baca juga: Polisi dan TNI Gencarkan Patroli di Kota Kediri Pasca Kerusuhan yang Menghanguskan DPRD dan Pemkot

Meski membantah adanya darurat militer, TNI tetap menyiagakan kekuatan penuh. 

"Total personel yang disiagakan dalam situasi saat ini yakni Kodim ada 700 personel, sementara Brigif 1.000 personel. Jadi total 1.700 personel siap," jelasnya.

Dandim juga mengingatkan keras kepada pihak-pihak yang masih berniat melakukan aksi anarkisme.

"Tidak boleh ada kegiatan anarkis di Kota Kediri, tidak boleh. Ini saya ingatkan kepada orang yang mencoba melakukan aksi-aksi tidak terpuji, jangan coba-coba. Kami siap untuk mendukung kepolisian," tegasnya.

Seperti diketahui, kerusuhan pecah saat aksi demonstrasi yang digelar pada Sabtu (30/8/2025).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved