Kontes Ternak di Kabupaten Kediri Diharap Bisa Dongkrak Kualitas dan Harga Sapi 

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana harap hasil kontes ternak di Kabupaten Kediri mampu mendorong peningkatan kualitas nilai jual sapi

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Isya Anshori
KONTES TERNAK - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melihat juara kontes ternak di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Rabu (6/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong kontes ternak sebagai upaya meningkatkan kualitas dan nilai jual sapi peternak lokal.
  • Kontes ternak 2026 kembali digelar setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi, diikuti 134 sapi dari 26 kecamatan.
  • Sektor peternakan Kediri dinilai strategis dengan populasi sekitar 216 ribu sapi dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap hasil kontes ternak di Kabupaten Kediri mampu mendorong peningkatan kualitas sekaligus nilai jual sapi milik peternak lokal.

Hal itu disampaikan Mas Dhito usai memberikan hadiah dalam acara kontes ternak tahun 2026 yang kembali digelar setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi.

Ajang yang digelar di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan di Kabupaten Kediri.

Menurut Mas Dhito, potensi peternakan di Kabupaten Kediri sangat besar.

Tercatat populasi sapi mencapai sekitar 216 ribu ekor, sehingga sektor ini dinilai strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Ratusan Peternak Ramaikan Kontes Sapi di Wates Kediri, Tersedia 10 Kategori Perlombaan

"Harapannya yang 1 peternak di Kabupaten ini kan banyak populasi sapi kita ada di 216.000, yang berikutnya untuk menopang dan membantu program presiden ketahanan pangan, maka sektor peternakan tidak boleh sampai lumpuh," kata Mas Dhito.

Dia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memprioritaskan sektor peternakan, termasuk dalam menghadapi ancaman penyakit hewan seperti PMK.

"Yang pertama, dosis vaksin tersedia. Kalau naudzubillah terjadi wabah PMK insyaAllah Pemkab dalam kondisi apapun pasti akan memprioritaskan itu, karena kita pernah mengalami 2 kali, tahun 2023 itu kita harus tutup pasar 2025 kita tidak perlu," ujarnya.

Mas Dhito juga menilai, sektor peternakan terbuka bagi siapa saja, tidak harus berasal dari latar belakang peternak profesional. Bahkan, ia menemukan ada aparatur sipil negara yang sukses mengembangkan usaha ternak secara mandiri.

Baca juga: Bocah Berkebutuhan Khusus di Kediri Sempat Enggan Sekolah, Mas Dhito Hadir Beri Harapan Baru

"Saya lihat ada staf di pemkab, dia ternyata pekerjaan sampingannya jadi peternak dan punya 78 ekor. Bagi saya berarti artinya sektor peternakan ini tidak melulu orang yang harus di bidang peternakan tapi bisa dilakukan secara otodidak," ungkapnya.

Terkait pelaksanaan kontes ternak, Mas Dhito mengapresiasi terselenggaranya kembali ajang tersebut di tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat rutin digelar setiap tahun.

"Yang pertama alhamdulillah kontes ternak bisa terselenggara kembali di tahun 2026. Setelah sempat lama vakum dari tahun 2019 terakhir karena setelah itu pandemi," tuturnya.

Mas Dhito bahkan menargetkan kontes ternak di Kabupaten Kediri bisa menjadi ajang terbaik minimal di tingkat Jawa Timur.

"Saya bilang, maka kontes ternak ini kalau bisa dan harus bisa setiap tahun kita adakan dan sebagai kontes ternak yang ya minimal se-Jawa Timur lah paling baik," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga mencatat capaian bobot sapi peserta kontes. Ia menyebut ada sapi usia empat tahun dengan berat mencapai lebih dari 1,2 ton.

"Saya mau ngejar berat sapi nasional di angka 1,2 ton lebih, kalau 1 ton 405 kilo itu berat rekor nasional tadi katanya mau mengejar itu," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan kontes ternak ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain itu, agenda ini juga dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222. 

"Tujuan yang pertama memberikan edukasi, informasi dan juga pendidikan usaha budidaya peternakan serta kesehatan hewan," jelasnya.

Selain itu, kontes ternak juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para peternak sekaligus membuka peluang investasi di sektor peternakan.

"Kemudian yang kedua sebagai bentuk apresiasi pemerintah Kabupaten Kediri kepada seluruh pelaku usaha peternakan yang ada di Kabupaten Kediri, yang ketiga memberikan ruang investasi di bidang usaha peternakan," tambahnya.

Tutik menyebut, kontes ternak tahun 2026 diikuti 134 ekor sapi dari 26 kecamatan dengan total 10 kategori perlombaan, mulai dari peranakan ongole hingga sapi kreman ekstrem.

"Peserta lomba diikuti dari 26 kecamatan se Kabupaten Kediri dengan jumlah peserta 134 ekor untuk 10 kategori," ungkapnya.

Pada kategori ekstrem, sapi dengan bobot mencapai 1.214 kilogram berhasil keluar sebagai juara pertama. Capaian ini menunjukkan kualitas peternak Kediri yang semakin meningkat.

Juara pertama kelas ekstrem diraih oleh Yuda Pratama, peternak asal Kecamatan Ringinrejo. Ia mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi dalam perawatan sapi.

"Perawatannya yang penting itu konsisten ke arah manajemen pakan. Yaitu seperti comboran tidak berubah, kehijauan, tetap tiap hari. Terus sama mandi tidak pernah telat. Soalnya sapi jumbo itu rawan stres," ujarnya.

Yuda juga menyampaikan rasa bangganya bisa mengikuti kontes ternak untuk pertama kalinya dan langsung meraih juara.

"Iya, senang, bahagia mengikuti kontes ini," katanya.

Ke depan, ia berharap kontes ternak di Kabupaten Kediri terus digelar dan mampu mendorong kemajuan sektor peternakan di daerah.

"Harapannya ya semoga saja perternakan Kediri bisa maju untuk ke depannya semaksimal mungkin," tandasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved