Pemkan Kediri Usulkan Dua TPST Modern, Sampah Akan Diolah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Dok Humas Pemkab Kediri
KELOLA SAMPAH - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat rapat bersama DLH terkait pembahasan TPST baru, Senin (18/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Kediri mengusulkan pembangunan dua TPST modern di Desa Sekoto dan Branggahan untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.
  • TPA Sekoto diperkirakan rawan overload pada 2027 sehingga diperlukan sistem pengolahan sampah baru yang lebih ramah lingkungan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sekoto dan Desa Branggahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto yang diperkirakan rawan mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan.

"Kondisi TPA Sekoto yang dilaunching pada Oktober 2021 umur teknisnya pada 2027 rawan overload sehingga harus ada penyiapan TPA lebih lanjut," kata Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Sampah Medis Ditemukan di Irigasi Kota Malang, Dinkes dan DLH Lakukan Penyelidikan

Menurut Putut, saat ini persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Kediri masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Dari total timbunan sampah harian, baru sekitar 58,18 persen yang mampu dikelola, sedangkan sisanya masih belum tertangani secara maksimal.

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup kini juga melarang sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping karena dinilai dapat memicu pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Karena itu, konsep TPST yang diusulkan berbeda dengan sistem TPA landfill yang selama ini digunakan.

Nantinya, sampah akan diolah menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: Bupati Mas Dhito Lepas Jamaah Haji Kediri dan Beri Pesan, Ada Jamaah Tertua Berusia 105 Tahun

"Sekarang tidak lagi dikembangkan TPA landfill seperti yang sudah ada sebelumnya, jadi harus ada teknologi pengolahannya yang ramah lingkungan," terangnya.

Rencananya, TPST Sekoto akan dibangun di sebelah area TPA Sekoto, Kecamatan Badas, dengan luas lahan sekitar 0,68 hektare.

Sedangkan TPST Branggahan akan dibangun di Kecamatan Ngadiluwih dengan luas lahan sekitar 0,29 hektare.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito meminta persoalan sampah tidak hanya diselesaikan dari hilir, tetapi juga dimulai dari tingkat desa sebagai sumber utama timbulan sampah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved