Pemkan Kediri Usulkan Dua TPST Modern, Sampah Akan Diolah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemkab Kediri mengusulkan pembangunan dua TPST modern di Desa Sekoto dan Branggahan untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.
- TPA Sekoto diperkirakan rawan overload pada 2027 sehingga diperlukan sistem pengolahan sampah baru yang lebih ramah lingkungan.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sekoto dan Desa Branggahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembangunan ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto yang diperkirakan rawan mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan.
"Kondisi TPA Sekoto yang dilaunching pada Oktober 2021 umur teknisnya pada 2027 rawan overload sehingga harus ada penyiapan TPA lebih lanjut," kata Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Sampah Medis Ditemukan di Irigasi Kota Malang, Dinkes dan DLH Lakukan Penyelidikan
Menurut Putut, saat ini persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Kediri masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Dari total timbunan sampah harian, baru sekitar 58,18 persen yang mampu dikelola, sedangkan sisanya masih belum tertangani secara maksimal.
Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup kini juga melarang sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping karena dinilai dapat memicu pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Karena itu, konsep TPST yang diusulkan berbeda dengan sistem TPA landfill yang selama ini digunakan.
Nantinya, sampah akan diolah menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi.
Baca juga: Bupati Mas Dhito Lepas Jamaah Haji Kediri dan Beri Pesan, Ada Jamaah Tertua Berusia 105 Tahun
"Sekarang tidak lagi dikembangkan TPA landfill seperti yang sudah ada sebelumnya, jadi harus ada teknologi pengolahannya yang ramah lingkungan," terangnya.
Rencananya, TPST Sekoto akan dibangun di sebelah area TPA Sekoto, Kecamatan Badas, dengan luas lahan sekitar 0,68 hektare.
Sedangkan TPST Branggahan akan dibangun di Kecamatan Ngadiluwih dengan luas lahan sekitar 0,29 hektare.
Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito meminta persoalan sampah tidak hanya diselesaikan dari hilir, tetapi juga dimulai dari tingkat desa sebagai sumber utama timbulan sampah.
| Kisah Haru 3 Bocah di Kediri, Diasuh Kakek-Nenek dalam Keterbatasan, Kini Dapat Bantuan |
|
|---|
| Bocah Berkebutuhan Khusus di Kediri Sempat Enggan Sekolah, Mas Dhito Hadir Beri Harapan Baru |
|
|---|
| Bupati Kediri Mas Dhito Turun Langsung ke Warga, Bantu Lansia Tunanetra Pastikan Beri Bantuan |
|
|---|
| Bupati Kediri Mas Dhito Serahkan 36 Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih, Perkuat Ekonomi Desa |
|
|---|
| Pimpin Rapat Perdana, Mas Dhito Tekankan Soliditas Kader PDI Perjuangan Kediri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Kediri-Hanindhito-Himawan-Pramana-saat-rapat-bersama-DLH.jpg)