Musim Hujan dan Anak Masuk Sekolah, IDAI Imbau Waspada Influenza hingga DBD

IDAI menyebut, kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan dapat menciptakan lingkungan yang rawan

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Samsul Arifin
Tribunnews.com
ILUSTRASI ANAK SD - Menyambut periode masuk sekolah anak di tahun baru yang bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau untuk tetap waspada terhadap penyakit yang dapat menginfeksi anak. 

Ringkasan Berita:
  • IDAI imbau keluarga waspada penyakit musim hujan saat anak kembali ke sekolah.
  • Pencegahan: imunisasi lengkap, nutrisi bergizi, PHBS, dan istirahat cukup.
  • Sekolah dan pemda diminta sediakan fasilitas kesehatan serta lingkungan aman dari banjir/longsor.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Indonesia (IDAI) mengimbau untuk tetap waspada terhadap penyakit yang dapat menginfeksi anak di musim  puncak musim hujan di Indonesia. 

IDAI menyebut, kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.

Beberapa di antaranya influenza, diare, demam berdarah yang perlu diwaspadai, musim hujan dengan risiko banjir, serta potensi bencana hidrometeorologi.

“IDAI memahami bahwa proses belajar mengajar di sekolah sangat penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak. Namun, kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama,” ujar Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), Selasa (6/1/2026).

Baca juga: Kisah Abdurrahman Penjaga Sekolah Banyuwangi Nazar Lari 52 Km usai Jadi ASN, Bupati Ipuk: Dedikasi

Langkah Pencegahan untuk Anak

IDAI mengimbau agar orang tua memastikan kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh anak untuk ke sekolah.

Seperti melengkapi dan memastikan status imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, influenza, dan lain-lain.

Selain itu, asupan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi.

Membatasi makanan tidak sehat yang mengandung gula tinggi dan junk food. Serta istirahat yang cukup selama 8 hingga 10 jam.

Anak dengan gejala sakit disarankan periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahat di rumah hingga pulih untuk mencegah penularan.

Baca juga: DPRD Jatim Imbau Warga Waspada Super Flu, Jangan Panik Berlebihan

Selain itu, IDAI menekankan penerapan Etiket Batuk & Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), etiket menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam (bukan telapak tangan) saat batuk atau bersin.

Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.

Penggunaan masker terutama jika anak mengalami gejala infeksi saluran napas atau berada di kerumunan dan menghindari berbagi penggunaan alat makan, minum, dan alat kebersihan pribadi.

IDAI mendorong sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi rutin pada area dan permukaan benda yang sering disentuh.

Penguatan kerjasama antar sekolah dengan puskesmas setempat untuk pemantauan kesehatan warga sekolah dan edukasi dinilai sangat penting.

Peran Sekolah dan Pemerintah

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved