Picu Ancaman Kesehatan, El Nino Godzilla Bisa Tingkatkan Risiko ISPA hingga Gagal Ginjal

El Nino ekstrem berdampak terhadap kualitas udara dan ketersediaan air bersih yang menjadi faktor penting dalam kesehatan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra
EL NINO GODZILLA - Ilustrasi berita musim kemarau estrem 2026 atau El Nino Godzilla diperkirakan mulai menyapa pada Mei hingga Agustus, bahkan berpotensi berlangsung lebih panjang hingga September, Minggu. El Nino Godzilla diperkirakan membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - El Nino ekstrem atau yang kerap disebut El Nino Godzilla diperkirakan membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. 

Kemarau yang lebih panjang, suhu udara yang meningkat tajam, serta risiko kekeringan dan kebakaran hutan, menjadi kombinasi yang dapat memicu lonjakan berbagai penyakit.

Baca juga: Gara-gara LPG Bocor Rumah di Cerme Gresik Kebakaran, Dua Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Putri Ayuni Alayyannur mengatakan, El Nino ekstrem berdampak langsung terhadap kualitas udara dan ketersediaan air bersih yang menjadi faktor penting dalam kesehatan masyarakat.

"Dampak kemarau ekstrem terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan panjang dan rentan kebakaran hutan maupun lahan. Kondisi ini mengubah kualitas udara dan ketersediaan sumber daya seperti air bersih," ujarnya.

Menurutnya, salah satu dampak paling nyata adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Cuaca panas yang disertai udara kering membuat debu, asap, dan polutan lebih mudah bertahan di udara karena tidak ada hujan yang membantu mengendapkannya.

"Partikel polusi seperti PM2.5 dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi serta peradangan. Selain itu, udara kering membuat mukosa di hidung dan tenggorokan mengering sehingga pertahanan alami tubuh terhadap virus dan bakteri melemah," jelasnya.

Ia menambahkan, ancaman kesehatan selama El Nino Godzilla tidak berhenti pada gangguan pernapasan.

Suhu panas ekstrem juga meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat berdampak serius terhadap tubuh.

"Dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan fungsi ginjal, bahkan gagal ginjal apabila terjadi terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik," katanya.

Selain itu, keterbatasan air bersih selama musim kemarau panjang juga meningkatkan risiko penyakit berbasis sanitasi seperti diare. 

Kondisi udara kering dan debu tinggi turut memicu gangguan kulit serta iritasi mata.

Dr Putri menjelaskan ada sejumlah kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak fenomena ini, yakni balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung, serta pekerja luar ruangan seperti petani, nelayan, kurir, dan pekerja konstruksi.

"Masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses air bersih terbatas dan wilayah rawan kebakaran hutan juga memiliki risiko lebih tinggi," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved