Kesehatan

Hadapi Cuaca Ekstrem, Praktisi Herbal Ingatkan Pentingnya Jaga Titik Hangat agar Imunitas Tak Jebol

Memasuki pengujung Januari 2026, fenomena cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang masih membayangi

Tayang:
Editor: Sudarma Adi
Istimewa
RACIKAN - Kutus Kutus tumbuh sebagai produk yang membawa cerita tentang racikan, nilai, dan upaya menjaga kesinambungan. 
Ringkasan Berita:
  • Fokus Kesehatan: Stabilitas suhu internal tubuh adalah fondasi sistem imun.
  • Area Krusial: Tulang belakang, telapak kaki, dan tengkuk adalah "titik hangat" yang wajib dilindungi.
  • Keunggulan Herbal: Komposisi jahe, cengkeh, dan kayu manis membantu memicu panas alami tubuh.

TRIBUNJATIM.COM– Memasuki pengujung Januari 2026, fenomena cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang masih membayangi berbagai wilayah di Indonesia.

Selain risiko bencana hidrometeorologi, penurunan suhu udara yang drastis dan kelembapan tinggi menjadi tantangan serius bagi ketahanan fisik.

Masyarakat diingatkan bahwa menjaga daya tahan tubuh tidak hanya soal asupan nutrisi, tetapi juga menjaga stabilitas suhu internal tubuh atau titik hangat agar sistem imunitas tetap optimal.

Seorang konsultan sekaligus praktisi herbal Kutus Kutus mengingatkan bahwa dalam kearifan lokal maupun prinsip medis, suhu tubuh yang stabil adalah fondasi utama sistem imun. 

Baca juga: Di Tengah Dinamika Publik, Putra Lilies Susanti Perjuangkan Warisan Racikan Herbal Kutus Kutus

"Saat tubuh terpapar dingin yang ekstrem, pembuluh darah cenderung menyempit (vasokonstriksi) dan sirkulasi energi menjadi terhambat. Kondisi inilah yang sering menjadi pintu masuk bagi virus flu, gangguan pernapasan, hingga nyeri sendi yang kambuh," katanya di Denpasar, Bali, melalui saluran zoom, Senin (26/1/2026).

Ada tiga area krusial pada tubuh yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu: telapak kaki, sepanjang tulang belakang, dan tengkuk. Menjaga area ini tetap hangat terbukti secara empiris dapat memberikan efek relaksasi sekaligus menstimulasi saraf otonom yang mengatur kesejahteraan organ dalam.

"Banyak yang tidak menyadari bahwa tulang belakang adalah jalur utama sistem saraf manusia. Jika area ini terjaga kehangatannya, distribusi energi dan pesan saraf ke seluruh organ tubuh akan berjalan lebih lancar, sehingga tubuh lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang mendadak," katanya.

Metode Balur Tetap Relevan

Salah satu metode yang kian diminati masyarakat untuk menghadapi cuaca dingin adalah teknik balur. Berbeda dengan sekadar memijat atau mengurut, membalur menggunakan minyak herbal yang kaya akan unsur panas alami mampu meresap melalui pori-pori dan memberikan sensasi hangat yang bertahan lama hingga ke tingkat jaringan.

Di tengah maraknya produk kesehatan impor, Kutus Kutus racikan asli tetap menjadi pilihan utama keluarga Indonesia. Produk ini tetap setia pada komposisi 69 jenis tanaman obat yang diolah secara presisi, mulai dari jahe, cengkeh, hingga kayu manis yang dikenal sebagai pemantik panas alami tubuh.

"Kami melihat ada peningkatan tren penggunaan minyak balur di musim hujan ini. Pengguna bukan hanya mereka yang sedang mengeluhkan sakit, tetapi juga masyarakat sehat yang ingin melakukan tindakan preventif sebelum beraktivitas di luar ruang atau sebelum istirahat malam. Ini adalah gaya hidup sehat yang sederhana namun berdampak besar," ujarnya.

Langkah Praktis Menghadapi Cuaca Ekstrem

Selain penggunaan minyak balur secara rutin, ada beberapa tips sederhana bagi masyarakat agar tetap produktif di tengah musim hujan.

- Baluran di Telapak Kaki. Gunakan minyak balur sebelum tidur untuk membantu menenangkan saraf dan membantu tidur lebih lelap (deep sleep), yang merupakan kunci regenerasi sel imun.

- Perlindungan Tulang Belakang. Memastikan area punggung tetap hangat saat berkendara atau berada di ruangan ber-AC guna mencegah "angin duduk" atau kekakuan otot.

- Hidrasi dan Asupan Hangat. Mengonsumsi air hangat atau wedang rimpang untuk menjaga suhu tubuh dari dalam (internal thermoregulation).

"Kita juga bicara tentang edukasi untuk kembali ke alam. Di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, kearifan lokal seperti minyak balur ini adalah benteng pertahanan pertama yang paling mudah diakses oleh keluarga," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved