Kesehatan

Waspada Silent Killer Saat Tidur, Bahaya Sleep Apnea dan Mengapa Ngorok Bukan Tanda Tidur Nyenyak

Sleep apnea menjadi gangguan tidur yang kerap tidak disadari, padahal dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Sudarma Adi
Istimewa
GANGGUAN TIDUR - Direktur Resindo Center For Healthy Sleep, Andini Ekawati tengah melakukan pemeriksaan terkait sleep apnea di Lab Pramita Surabaya, Minggu (17/5/2026). Kondisi ini ditandai dengan kebiasaan ngorok hingga henti napas berulang saat tidur. 

Ringkasan Berita:
  • Gejala Utama: Ngorok keras, pusing pagi hari, dan kantuk berlebihan di siang hari.
  • Risiko Kesehatan: Hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
  • Penyebab: Saluran napas tertutup yang menyebabkan henti napas berulang.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sleep apnea menjadi gangguan tidur yang kerap tidak disadari, padahal dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Kondisi ini ditandai dengan kebiasaan ngorok hingga henti napas berulang saat tidur.

Padahal kondisi tersebut dapat menyebabkan kualitas istirahat menurun dan tubuh kekurangan oksigen.

Direktur Resindo Center For Healthy Sleep, Andini Ekawati menyebut masih banyak masyarakat yang belum menyadari risiko bahaya sleep apnea karena kejadiannya malam hari saat tertidur. 

Baca juga: Pakai Alat Canggih dari Islandia, RS di Malang Atasi Pasien Gangguan Tidur, Insomnia hingga Ngorok

Gejala yang Sering Terabaikan

Gejalanya pun sering dianggap biasa. Yakni ngorok, bangun tidur tidak segar, hingga pusing.

“Orang sering tidak tahu sleep apnea itu apa. Tapi biasanya sadar kalau dirinya ngorok. Padahal pasien sleep apnea umumnya mengalami dengkuran keras, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk, bahkan pusing saat pagi hari,” ujar Andini, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, penderita sleep apnea sering merasa tidur cukup lama, namun mereka tidak sadar bahwa kualitas tidurnya buruk.

Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah dan mudah mengantuk meski aktivitas baru dimulai pada pagi hari.

“Baru bangun pagi, beberapa jam kemudian sudah mengantuk lagi kalau tidak minum kopi. Banyak yang tidak sadar kalau kondisi ini berbahaya,” katanya.

Bahaya sleep apnea, dilanjutkan Andini, yakni henti nafas. Penderita kerap tidak menyadari bahwa kondisi “silent killer” ini  dialmai saat tertidur.

Dalam kondisi tertentu, kadar oksigen dalam tubuh turun drastis, saluran nafas tertutup dan henti napas bisa terjadi puluhan hingga ratusan kali dalam satu malam.

Proses ini disebut berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung, hipertensi, hingga stroke.

“Ketika napas berhenti, oksigen tidak masuk optimal ke tubuh. Itu yang membuat sleep apnea berkaitan dengan gangguan jantung dan stroke,” jelasnya.

Ia menegaskan, sleep apnea tidak dapat disembuhkan hanya dengan obat-obatan. Penanganan dilakukan melalui perubahan gaya hidup, menjaga berat badan ideal, memperbaiki posisi tidur, hingga penggunaan alat bantu napas khusus saat tidur.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved