Panlok 55 Malang Persiapan Terakhir Sebelum SBMPTN

Panitia Lokal (Panlok) 55 Malang yang terdiri dari 3 PTN yaitu UB, UM, dan UIN Maulana Malik Ibrahim serta beberapa PTS dan SMA/SMK akan menjadi tuan

Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/ Neneng Uswatun Hasanah
Petugas menempel kertas petunjuk di UB, Senin (15/5/2017) 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Panitia Lokal (Panlok) 55 Malang yang terdiri dari 3 PTN yaitu UB, UM, dan UIN Maulana Malik Ibrahim serta beberapa PTS dan SMA/SMK akan menjadi tuan rumah sebanyak 35.823 peserta SBMPTN pada 16 Mei 2017.

Persiapan terakhir sebelum hari tes dilakukan di ketiga PTN. Beberapa petugas terlihat sedang menempel kertas petunjuk atau sedang memasang tanda arah di jalanan dalam kampus.

Humas Panlok 55 Malang, Pranatalia Pratami mengatakan dengan adanya sekitar 45-50 ribu peserta SBMPTN dan calon mahasiswa baru yang melakukan daftar ulang SNMPTN di saat bersamaan besok, perlu adanya pengamanan khusus.

"Panlok 55 mengerahkan penjagaan dari Polresta dan Polsek Lowokwaru dari personel lalu lintas. Totalnya 22 orang," katanya kepada Surya (Tribunnews.com Network) , Senin (15/5/2017).

Pengawas berjumlah sekitar 3.400 akan mengawasi jalannya tes SBMPTN di seluruh lokasi. Untuk menghindari Joki, pengawas dibekali kemungkinan gerak-gerik yang bisa dicurigai dari peserta.

"Ada banyak gerak-gerik yang sudah kami tekankan pada pengawas agar diawasi dengan ketat. Ada gelagat aneh atau kode khusus yang biasanya mereka (joki dan peserta curang) lakukan," jelasnya.

Selain itu untuk peserta difabel, ketiga PTN juga sudah menyediakan pendamping untuk mempermudah para peserta difabel. Sekretaris Pusat Studi Layanan Disabilitas UB, Slamet Tohari mengatakan bantuan untuk difabel berupa alat bantu dan pendamping sudah sangat siap.

"Kami sudah mendapat laporan adanya 3 orang peserta difabel tuna netra yang memerlukan bantuan. Namun sayangnya mereka tidak spesifik mengenai bantuannya. Tapi tetap akan kami siapkan semua kemungkinan kebutuhannya," tegas Toharikepada Surya (Tribunnews.com Network).

Baca: Strategi Peredaran Rokok Ilegal Berubah, Begini Modus Anyar Produsen Rokok Abal-abal

Sebenarnya untuk tes CBT, PSLD UB juga sudah menyiapkan software komputer yang bisa berbicara pada peserta dan menangkap suara untuk menjawabnya.

"Tapi sejauh ini belum ada yang menuliskan secara spesifik ketika mendaftarkan diri secara online apa kebutuhannya," ujarnya.

PSLD UB memiliki 98 volunteer pendamping yang siap untuk SBMPTN. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved