Sambut Awal Tahun 2026 dengan Perhiasan Emas Model Stacking, Bertumpuk Tetap Trendi dan Bervariasi
Stacking menjadi tren model pemakaian emas. Gaya menumpuk atau memakai lebih dari satu item perhiasan kian digemari karena tampilan
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Stacking menjadi tren model pemakaian emas. Gaya menumpuk atau memakai lebih dari satu item perhiasan kian digemari karena tampilannya yang elegan namun tetap trendi.
Hal ini disampaikan oleh Diana Kusuma Atmaja selaku Manajemen Representatif Wahyu Redjo bahwa market Surabaya menyukai gaya stacking perhiasan.
Diana menyebut, gaya ini memperlihatkan bagaimana item perhiasan ditumpuk dan memperlihatkan tampilan modis, elegan, dan tetap simpel.
“Rata-rata sekarang ini trennya lebih ke simpel, kemudian elegan, klasik, banyak yang bermain model stacking. Dan kalau ngomongin model bisa beda selera masyarakat di Surabaya dan luar kota. Di Surabaya ini saya lihat suka stacking,” sebutnya ditemui di Pameran “Pesta Kilau Emas” Pakuwon Trade Center Surabaya, Rabu (31/12/2025).
Baca juga: Rayakan Tahun Baru, Wahyu Redjo Hadirkan Pameran Perhiasan “Pesta Kilau Emas"
Gaya menumpuk perhiasan jadi simbol ekspresi diri. Teknik ini bisa digunakan untuk penggunaan cincin, kalung, maupun gelang.
Tidak ada aturan baku, semuanya berganting pada selera pribadi. Seperti menggabungkan dua jenis rantai yang berbeda, ukuran tebal tipis gelang yang berbeda, agar lebih bervariasi.
“Kalau yang stacking bisa kombinasi, tergantung model dan selera variasinya,” sebut Diana.
Ia juga memberikan tips memadukan item perhiasan dengan teknik stacking. Misalnya kalung tebal, kaku, bisa dikombinasi dengan rantai tipis, serta tambahan liontin di tengah.
“Pemakaian cincin juga begitu dimainkan di satu atau banyak jari itu menarik,” ucapnya.
Sementara itu, terkait perawatan perhiasan emas, Diana mengatakan hal tersebut bergantung pada cara pemakaian. Menurutnya, perhiasan akan lebih awet apabila digunakan dan dirawat dengan baik.
Ia menjelaskan, setiap pembelian perhiasan baik di pameran maupun di toko Wahyu Redjo disertai layanan pencucian emas, pemasangan mata, dan patri.
Diana juga mengungkapkan bahwa pameran kali ini menghadirkan banyak model terbaru dengan desain eksklusif.
“Di setiap pameran kami selalu menghadirkan koleksi baru sebagai daya tarik, termasuk pada pameran kali ini,” tutupnya.
Sementara itu, pengunjung asal Waru Sidoarjo Jenaira Kristi (28) mengaku suka dengan penggunaan gaya perhiasan bertumpuk. Menurutnya dengan menggunakan cincin layer menambah kesan estetik dan tidak monoton.
“Sudah sering pakai stack. Sekarang pakai dua gelang dan ini lagi coba kombinasi baru pakai tiga cincin sekaligus. Ala ala pinterest. Nggak harus rame pakainya, yang tipis-tipis tapi dicoba kombinasi pakai tiga sekaligus. Suka soalnya anti boring, kelihatan estetik,” sebutnya
| Rincian Lengkap Pasien RSUD Dr Soetomo yang Dievakuasi saat Kebakaran Gedung PPJT |
|
|---|
| National Hospital-Bank Mandiri Luncurkan Seamless Self Payment Experience, Hadirkan Layanan Nyaman |
|
|---|
| Pemuda Surabaya Utara Nekat Bobol Rumah Tetangga Demi Curi Gamis, Dipicu karena Dendam Kesumat |
|
|---|
| Penampakan dan Isi Menu MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Murid di Surabaya, Ada Daging |
|
|---|
| Ratusan Siswa Diduga Keracunan seusai Santap MBG, Pihak SPPG Tegaskan Siap Bertanggung Jawab Penuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pesta-Kilau-Emas-Vol-2-di-Atrium-LG-Pakuwon-Trade-Center-PTC-Surabaya.jpg)