Gempa Pacitan

Buntut Panjang Gempa Pacitan, Belasan Perjalanan Kereta Api di Daop 7 Madiun Dihentikan

Gempa Pacitan berkekuatan 5,5 Skala Richter Selasa (27/1/2026), tidak hanya menimbulkan kerusakan di sejumlah bangunan

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Febrianto Ramadani
DIHENTIKAN - Ilustrasi pelanggan sedang menunggu kedatangan kereta api, di Stasiun Madiun, wilayah kerja PT KAI Daop 7 Madiun.Gempa Pacitan berkekuatan 5,5 Skala Richter, tidak hanya menimbulkan kerusakan di sejumlah bangunan, tapi juga berdampak terhadap 11 perjalanan kereta api. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa Pacitan berkekuatan 5,5 SR menyebabkan 11 perjalanan kereta api dihentikan sementara di sejumlah stasiun dan petak jalan wilayah Daop 7 Madiun.
  • Penghentian dilakukan sesuai SOP keselamatan PT KAI, yakni seluruh kereta yang sedang beroperasi wajib berhenti saat gempa dirasakan untuk menunggu pemeriksaan jalur dan jembatan.

 


Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Gempa Pacitan berkekuatan 5,5 Skala Richter Selasa (27/1/2026), tidak hanya menimbulkan kerusakan di sejumlah bangunan, tapi juga berdampak terhadap perjalanan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari, mengatakan, 11 perjalanan 11 kereta api terpaksa dihentikan imbas peristiwa tersebut.

Ia membeberkan, belasan kereta api itu diantaranya Kereta Api Madiun Jaya (KA 143B) relasi Madiun-Pasarsenen berhenti di Stasiun Walikukun, Kereta Api Kahuripan (KA 274) relasi Kiaracondong-Blitar berhenti di Stasiun Walikukun.

Kemudian Kereta Api BIAS (KA 576A) relasi Adi Soemarmo-Madiun berhenti di Stasiun Madiun, Kereta Api Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen (KA 161) berhenti di Stasiun Madiun.

Baca juga: Gempa M 5,5 Guncang Pacitan: BMKG Ralat Lokasi ke Darat, BPBD Sebut Akibat Pecahan Slab Australia

Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen (KA 89) berhenti di petak jalan antara Stasiun Saradan-Caruban, Kereta Api Sancaka (KA 84B) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng berhenti di petak jalan antara Stasiun Ngawi-Geneng.

Kereta Api Singasari (KA 150) relasi Pasarsenen-Blitar berhenti di petak jalan Magetan Madiun, Kereta Api Sancaka (KA 81B) relasi Surabayagubeng-Yogyakarta berhenti di Stasiun Nganjuk.

Lalu Kereta Api Malabar (KA 69) relasi Malang-Bandung berhenti di Stasiun Papar, Kereta Api Parcel Tengah (KA 302) di petak jalan antara Sukomoro-Baron, dan Kereta Api Commuter Line Dhoho (KA 402) berhenti di Stasiun Ngujang

“Setelah jalur dinyatakan aman untuk dilintasi Kereta Api, pada pukul 08.49, semuanya dapat berjalan normal sesuai grafik perjalanan,” beber Tohari.

Dirinya menjelaskan, sesuai Standar Operasional, apabila terjadi gempa semua kereta api berhenti, untuk menunggu pemeriksaan jalur.

“Menunggu dipastikan harus semua jalur aman dilewati kereta api di wilayah pasca gempa yang terasa," terang Tohari.

Menurutnya apabila gempa dirasakan, maka kereta api yang sedang dalam perjalanan diminta berhenti secara serentak. Hal itu dilakukan oleh pengendali, melalui radio lokomotif terpusat.

“Setelah seluruh berhenti, selanjutnya petugas Unit Jalan dan Jembatan melakukan pemantauan, guna memastikan kondisi jalan maupun jembatan dalam kondisi aman dilewati KA pascagempa yang terasa,” tandas Tohari.

 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved