Sejarah di Jatim
Menelusuri Sejarah Kabupaten Madiun, dari Pergantian Nama hingga Identitas Daerah
Sejarah Kabupaten Madiun dari masa kerajaan hingga era modern, membentuk identitas daerah dengan potensi ekonomi dan peran strategis.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Arie Noer Rachmawati
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Madiun memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Demak hingga Mataram, termasuk perubahan nama dari Purabaya menjadi Madiun pada 1590.
- Letak strategis di jalur Surabaya–Yogyakarta serta kondisi geografis mendukung pertanian, perkebunan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
- Perkembangan wilayah dari masa kerajaan hingga era modern membentuk identitas kuat dan warisan sejarah yang masih dilestarikan masyarakat.
TRIBUNJATIM.COM – Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki jejak sejarah sejak masa kerajaan hingga terbentuknya pemerintahan modern.
Wilayah ini dikenal sebagai kawasan strategis karena berada di jalur utama penghubung Surabaya-Yogyakarta serta menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi sejak masa lampau.
Perjalanan sejarah Kabupaten Madiun tidak terlepas dari pengaruh kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, terutama pada masa Kesultanan Demak hingga kekuasaan Mataram Islam.
Berbagai catatan sejarah menyebut wilayah ini telah memiliki sistem pemerintahan sejak abad ke-16 dengan dinamika politik yang cukup kompleks.
Selain dikenal melalui perjalanan sejarah pemerintahannya, Kabupaten Madiun juga memiliki kisah asal-usul daerah, hingga perubahan wilayah yang membentuk identitasnya seperti sekarang.
Sejarah panjang tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan sosial, budaya, dan pemerintahan masyarakat setempat.
Asal-usul Kabupaten Madiun
Sejarah berdirinya Kabupaten Madiun secara yuridis ditetapkan pada Kamis Kliwon, 18 Juli 1568 atau 15 Suro 1487 Be dalam penanggalan Jawa Islam.
Dilansir dari madiunkab.go.id, pemerintahan daerah ini bermula pada masa Kesultanan Demak yang ditandai dengan pelantikan Pangeran Timoer sebagai bupati di wilayah Purabaya.
Sebelum dikenal sebagai Madiun, wilayah ini bernama Purabaya yang berpusat di Desa Sogaten.
Pemerintahan sebelumnya berada di Ngurawan, Dolopo, sebelum akhirnya dipindahkan ke Sogaten.
Sejak saat itu, Purabaya menjadi wilayah pemerintahan resmi di bawah seorang bupati dan mengakhiri masa pengawasan pemerintahan yang sebelumnya dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak.
Dalam catatan lain, asal-usul nama Madiun juga berkaitan dengan kisah Ki Ageng Ronggo atau Panembahan Ronggo Jumeno saat membuka hutan untuk pusat pemerintahan.
Gangguan makhluk halus yang disebut “medi” dan gerakan “ayun-ayun” kemudian melahirkan sebutan “Mediyun” yang berkembang menjadi Madiun, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Selain itu, terdapat pula keterangan yang menyebut nama Madiun berasal dari pusaka milik Ki Ageng Ronggo berupa keris bernama Kiai Tundhung Medhiun.
Kabupaten Madiun
asal usul
Mataram
sejarah
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
Madiun
meaningful
| Candi Songgoriti di Kota Batu, Candi Kuno Peninggalan Mpu Sindok dengan Sumber Air Panas |
|
|---|
| Pasar Pabean Surabaya, Pasar Ikan Terbesar di Jawa Timur yang Sudah Ada Sejak Era Kolonial Belanda |
|
|---|
| Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Remaja Bung Karno yang Jadi Museum Sejarah |
|
|---|
| Mengungkap Candi Pamotan, Situs Bersejarah Peninggalan Majapahit di Sidoarjo yang Nyaris Terlupakan |
|
|---|
| Benteng Lodewijk Gresik, Strategi Daendels Hadang Inggris yang Kini Tinggal Reruntuhan Bersejarah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pahlawan-Street-Center-PSC.jpg)