Lebaran 2026

Puncak Arus Balik di Madiun Dimulai, 8.000 Kendaraan Padati Jalur Nglames Menuju Kota

Satlantas Polres Madiun melaporkan puncak arus balik Lebaran 2026 mulai terjadi pada Senin (23/3/2026). 

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Febrianto Ramadani
ARUS BALIK - Pihak kepolisian mengantisipasi penumpukan kendaraan dari arah Kabupaten Madiun, menuju Kota Madiun, di Traffic Light Jalan Raya Tiron, Kecamatan Madiun, Senin (23/3/2026).Satlantas Polres Madiun melaporkan Puncak Arus Balik mulai terjadi pada hari ini. Situasi tersebut juga diprediksi berlangsung sampai Selasa (24/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Masa Puncak: Senin (23/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026).
  • Volume Kendaraan: 7.000 - 8.000 kendaraan roda empat per hari (Naik 100 persen dari normal).
  • Titik Rawan: Jalur Nglames (penyempitan jalan) dan Simpang Tiron (lampu merah).

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Satlantas Polres Madiun melaporkan puncak arus balik Lebaran 2026 mulai terjadi pada Senin (23/3/2026). 

Situasi tersebut juga diprediksi berlangsung sampai Selasa (24/3/2026).

Kasatlantas Polres Madiun AKP Andrian Permana meyakini, jadwal masuk kerja usai Lebaran sebagai alasan bagi para pemudik, untuk kembali ke tempat perantauan.

Baca juga: Barang Tertinggal di Kereta Meningkat, KAI Daop 7 Madiun Maksimalkan Layanan Lost and Found

Titik Kemacetan: Penyempitan Jalan di Nglames

“Rata rata pemudik didominasi plat lokal AE. Kemungkinan besar adalah berstatus sebagai pegawai,” ujar AKP Andrian, di Jalan Raya Nglames, Kecamatan Madiun, Senin (23/3/2026).

Petugas terus bersiaga di sejumlah titik untuk melakukan penguraian, khususnya yang terjadi perlambatan atau penumpukan kendaraan di Tiron dan Nglames.

“Wilayah Nglames jelas karena jalan dari Kabupaten Madiun menuju Kota Madiun ada penyempitan,” terangnya.

Hingga saat ini, jumlah kendaraan yang melintas sampai saat ini sekitar ribuan kendaraan roda empat.

Rinciannya 7.000 sampai 8.000 kendaraan roda empat masuk ke Kota Madiun.

Kemudian rata-rata normal, lanjut AKP Andrian, sesuai data PT JNK sekitar 3.000 sampai dengan 4.000 kendaraan per hari.

“Beberapa penumpukan kendaraan itu juga disebabkan adanya lampu merah di Tiron ini. Kami rasa perlambatan yang memang sifatnya normal, karena adanya kenaikan arus mobilitas dari masyarakat,” paparnya.

“Tidak hanya kendaraan roda empat, ada juga kendaraan roda dua yang juga terpantau. Bisa dikatakan sebagian masih menikmati Libur Lebaran,” imbuh AKP Andrian.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Prihatin: 2 Insiden Kereta Api Tertemper Terjadi dalam Semalam di Kediri & Nganjuk

Meski terjadi kenaikan volume kendaraan, pihaknya memastikan tidak akan terjadi penumpukan. 

“Anggota sudah kami sebar mulai dari ujung Exit Tol Dumpil, Pos Tiron Jogobayan sampai dengan Nglames,” bebernya.

Pihaknya tidak memungkiri, lonjakan kendaraan akan terus meningkat, lantaran masih terdapat arus kendaraan yang keluar masuk, lewat Gerbang Tol Madiun.

“Dengan adanya kenaikan arus mobilitas ini menunjukkan bahwa roda ekonomi masih berputar, karena masyarakat masih semangat melaksanakan mudik. Kendati belum ada insiden fatal, kami tetap menyiapkan antisipasi dari hal hal yang tidak diinginkan,” tandas AKP Andrian.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved