Target Dimajukan, Proyek Sekolah Rakyat di Madiun Dikebut Selesai Juni 2026

Project Manager Proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 2, Dwi Handoko mengungkapkan, dalam kontrak tertulis pekerjaan fisik rampung pada bulan Agustus

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
LEBIH AWAL - Wakil Menteri (PU) Diana Kusumastuti saat meninjau Sekolah Rakyat, bersama Pemkab Madiun Rabu Siang (1/3/2026). Target pembangunan Sekolah Rakyat, yang berada di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, diminta lebih maju, dari semula Agustus jadi Juni 2026 
Ringkasan Berita:
  • Target pembangunan Sekolah Rakyat dimajukan dari Agustus menjadi Juni 2026. 
  • Jumlah pekerja ditambah bertahap dari 300 hingga 500 orang untuk mengejar waktu. 
  • Kebutuhan genteng mencapai 300 ribu unit, sebagian dipasok dari pabrik nasional.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, harus dikebut setelah pemerintah pusat menginstruksikan percepatan penyelesaian dari target awal Agustus 2026 menjadi Juni 2026.

Project Manager Proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 2, Dwi Handoko mengungkapkan, dalam kontrak tertulis pekerjaan fisik rampung pada bulan Agustus 2026. 

Namun, pemerintah pusat menginstruksikan pembangunan selesai dua bulan lebih awal, sehingga harus selesai di bulan Juni 2026.

“Waktu efektif untuk membangun tinggal tiga bulan, ya ini kami maksimalkan,” ujar Dwi Handoko, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Anaknya Masuk Sekolah Rakyat Gresik, Penjual Cilok Sulaiman Terharu Dapat Bantuan Mensos

Tantangan Waktu dan Kualitas

Menurutnya, instruksi itu menjadi tantangan berat, karena dengan waktu sangat mepet, wajib menyediakan kualitas bangunan yang bagus.

Apalagi target pekerjaan fisik lebih cepat bermaksud agar memberikan ruang bagi Kementerian Sosial, dalam mengurus administrasi calon siswa dan guru yang akan menempati sekolah tersebut.

Baca juga: Bendungan Kedungrejo Madiun Rusak, Kementerian PU Siapkan Penanganan Darurat

“Agar pekerjaan selesai tepat waktu dan kualitas bangunannya bagus, kami harus menambah jumlah pekerja secara berkala,” bebernya.

Jumlah Pekerja Terus Ditambah

“Saat ini jumlahnya 300 orang, nanti di minggu kedua akan naik hingga 500 orang, dan akan naik lagi di minggu-minggu yang akan datang,” imbuhnya.

Tak hanya itu, instruksi Presiden untuk gentengisasi juga memaksa penyedia jasa bekerja lebih keras. Sebab, perlu mengubah desain atap dan mencari pemasok genteng.

“Kebutuhan genteng ini satu lokasi kurang lebih 300 ribu pcs. UMKM tidak bisa menyediakan sebanyak itu, jadi kami ambil produk dari pabrik skala Nasional. Sehingga, nanti ada beberapa gedung pakai genteng lokal, sisanya pakai produk Nasional,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved