100 Warga Binaan RSBK Madiun Dibekali Keterampilan Bertani Lewat Program Ladangku

RSBK Madiun menjaga asa hidup 100 orang penerima manfaat yang tinggal di wisma UPT RSBK Madiun, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun

Tayang:
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
COCOK TANAM - Penerima Manfaat di  UPT RSBK Madiun, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, belajar bercocok tanam, Kamis (30/4/2026). Penerima manfaat memanfaatkan lahan kosong di Kantor UPT RSBK Madiun untuk bercocok tanam mendukung program ketahanan pangan presiden Prabowo Subianto. 

Ringkasan Berita:
  • 100 PM RSBK Madiun dilatih bertani melalui program “Ladangku”.
  • Hasil panen mencapai berbagai sayuran dan buah dalam 6 bulan.
  • 80 persen hasil panen menjadi tabungan PM, 20 persen untuk operasional.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun terus berupaya membangun kemandirian 100 penerima manfaat (PM) yang mayoritas berlatar belakang gelandangan dan pengemis, Kamis (30/4/2026).

PM yang mayoritas berlatar belakang gelandangan dan pengemis tersebut dikenalkan dengan dunia baru, yakni pertanian.

Melalui program bertajuk Ladangku, mereka tidak hanya menjalani proses rehabilitasi sosial, tetapi juga dibekali keterampilan produktif sebagai bekal hidup mandiri.

Di lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi, para PM belajar dari nol. Mulai dari menyiapkan bedeng, menyemai benih, melakukan pemupukan, hingga memanen hasilnya. Bahkan, mereka juga diajarkan cara memasarkan hasil panen berupa sayuran dan tanaman hortikultura.

Kepala UPT RSBK Madiun, Yudhokisworo, menjelaskan bahwa program Ladangku merupakan arahan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur agar setiap UPT memanfaatkan lahan kosong secara produktif.

Baca juga: Transformasi Gedung Kesenian Fatimah Jadi Depo Arsip Kota Madiun, Simpan 60 Ribu Berkas Bersejarah

Belajar Bertani dari Nol

"Ladangku ini sebagai wujud kontribusi kita mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Yudho.

Ia menambahkan, khusus di UPT RSBK Madiun yang menangani gelandangan dan pengemis, program ini difokuskan pada pemberdayaan. Walaupun memang sebagian PM ada yang mengalami disabilitas mental, sehingga perlu perlakuan khusus agar bisa ikut berpatisipasi dalam program tersebut.

Harapannya, para PM mampu memiliki keterampilan dan penghasilan selama masa rehabilitasi.

"Bagaimana teman-teman ini bisa berdaya, bisa menghasilkan selama proses rehabilitasi di dalam UPT. Program ini membantu mereka belajar berkarya dan mandiri sebelum kembali ke masyarakat," jelasnya.

Hasil dari program tersebut mulai terlihat. Dalam kurun waktu sekitar enam bulan, para PM sudah mampu memanen berbagai jenis tanaman seperti kacang panjang, tomat, terong, sawi, timun, hingga buah seperti melon dan blewah.

Menariknya, hasil panen tidak hanya dijual ke luar, tetapi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam UPT. Skema pengelolaan hasil pun dibuat berpihak kepada PM.

"Sekitar 80 persen hasilnya untuk PM sebagai tabungan mereka, sementara 20 persen digunakan untuk operasional seperti pembelian bibit dan pupuk," terang Yudho.

Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Kamis 30 April 2026 Sebagian Hujan Ringan, Kota Madiun dan Ngawi Hujan Sedang

Hasil Panen dan Skema Pembagian

Ke depan, pihaknya berencana memperluas lahan garapan mengingat masih tersedia area kosong yang potensial untuk dikembangkan. Meski demikian, tantangan seperti hama tikus masih menjadi kendala di lapangan.

Beruntung, program ini mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Madiun yang menyediakan tenaga instruktur. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved