Harga Cabai Rawit di Madiun Masih Meroket, Pembeli Siasati Belanja Agar Hemat
Harga komoditas bumbu cabai rawit di Kota Madiun mulai melandai. Pantauan Tribun Jatim Network di Pasar Besar Kota Madiun
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit di Kota Madiun mulai turun dari Rp 80 ribu menjadi sekitar Rp 66 ribu per kilogram, meski masih dianggap tinggi oleh pedagang dan pembeli.
- Kenaikan harga dipengaruhi cuaca yang tidak menentu sehingga hasil panen berkurang dan banyak cabai membusuk. Selain cabai rawit, harga cabai merah keriting dan cabai merah besar juga ikut naik.
- Tingginya harga membuat konsumen mengurangi jumlah pembelian, termasuk pedagang nasi pecel yang kini membeli cabai lebih sedikit
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Harga komoditas bumbu cabai rawit di Kota Madiun mulai melandai. Pantauan Tribun Jatim Network di Pasar Besar Kota Madiun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun turun Rp 14 ribu per kilogram.
Seorang pedagang Pasar Besar, Ari Tri mengatakan harga cabai rawit sempat menyentuh angka Rp 80 ribu per kilogram, namun hari ini sudah turun menjadi Rp 66 ribu per kilogram.
"Kemarin sempat tinggi karena cuaca yang tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas sehingga berpengaruh ke hasil panen. Kalau hujan banyak yang busuk," kata Ari, Selasa (12/5/2026).
Cuaca yang tidak menentu ini juga turut mengerek harga komoditas bumbu lain mulai dari cabai keriting yang naik dari Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
"Yang merah besar ini naiknya banyak. Kemarin itu Rp 30 ribu, sekarang Rp 55 ribu per kilogram," lanjutnya.
Dengan naiknya harga komoditas bumbu tersebut, konsumen pun akhirnya mengurangi belanjaannya. Dari yang biasanya membeli 3 kilogram menjadi hanya 1 kilogram.
"Tentu berpengaruh ke pendapatan penjual. Per hari kalau normal 15 kilo sampai 20 kilogram, sekarang cuma 8 sampai 10 kilogram," jelasnya.
Sementara itu pembeli Pasar Besar Kota Madiun, Sri Handayani yang berprofesi sebagai pedagang nasi pecel mengeluhkan tingginya harga cabai rawit di pasaran.
Ia yang setiap hari membeli cabai untuk kebutuhan usahanya harus mengurangi volume belanja menyesuaikan kekuatan modal yang ia miliki.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Juga Naik di Jember dalam 5 Hari Terakhir, Harga Sret Ori Rp55 Ribu per Kg
Menurut Sri harga cabai rawit sempat melonjak hingga Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram.
Saat ini harga mulai turun di kisaran Rp 68 ribu per kilogram, namun masih dianggap tinggi.
"Ya harga cabai rawit sangat tinggi terus melonjak, tapi alhamdulillah sekarang sudah turun," ujar Sri.
Menurutnya, harga normal cabai rawit biasanya berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.
| Dikenal Pendiam, Siswa SD Meninggal Dunia usai Tirukan Gerakan Game Online Viral, Dikira Cuma Demam |
|
|---|
| Seusai Salat Subuh, Warga Banyuwangi Lihat Tas Digantung, Ternyata Isinya Jenazah Bayi dan Surat |
|
|---|
| Banyak Tiang dan Kabel Semrawut di Jombang, Pemkab Bakal Tertibkan: Dilihat Tak Elok |
|
|---|
| Panik usai Kalah Beruntun, AC Milan Setrap Pemain untuk Pertama Kalinya dalam 7 Tahun |
|
|---|
| Tinjau Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya, Eri Cahyadi Targetkan Akhir Agustus 2026 Tuntas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/TURUN-Pedagang-Pasar-Besar-Kota-Madiun-Ari-Tri-melayani-pelanggan-di-lapak.jpg)