Event Lari Terbesar di Sumenep, RS BHC Run 2026 Digelar 8 Februari dengan Total Hadiah Rp 1 Miliar
Event lari terbesar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, RS BHC Run 2026, bakal digelar pada Minggu, 8 Februari 2026.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- RS BHC Run 2026 akan digelar Minggu, 8 Februari 2026 di Sumenep, mengusung konsep sport tourism yang memadukan olahraga, promosi kesehatan, wisata budaya, dan UMKM lokal.
- Rute start–finis di RS BHC Sumenep, melewati sejumlah titik kota dan kawasan UMKM, dengan panorama alam, pasar tradisional, serta aktivitas masyarakat lokal.
- Event ini menghadirkan kategori 5K, 8K, dan Fun Walk, total hadiah hingga Rp1 miliar, serta menjadi ajang lari pertama yang digelar fasilitas kesehatan di Sumenep.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Event lari terbesar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, RS BHC Run 2026, bakal digelar pada Minggu, 8 Februari 2026.
Ajang ini memadukan olahraga, promosi kesehatan, wisata budaya, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
Event yang diprakarsai Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) bekerja sama dengan TribunJatimNetwork ini mengusung konsep sport tourism, dengan rute lari yang menyuguhkan panorama alam, aktivitas masyarakat lokal, serta sentra UMKM khas Sumenep.
Garis start dan finis akan berlokasi di RS BHC Sumenep, Jalan Jokotole, Lingkar Barat, Babbalan, Kecamatan Batuan. Rute lari akan melintasi Jalan Arya Wiraraja, kawasan Hotel Myze, Terminal Wiraraja, hingga Taman Tajamara, sebelum kembali ke area rumah sakit.
Campaign Director BHC Run 2026, Arya Anugrah Jaya, mengatakan event ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan layanan RS BHC sebagai rumah sakit modern di ujung Pulau Madura.
“Tujuan kami agar masyarakat Jawa Timur, bahkan nasional, tahu bahwa di Sumenep sudah ada rumah sakit yang fasilitas dan layanannya tidak kalah dengan kota besar,” ujar Arya, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Antusiasme Tembus 5.000 Peserta, Pendaftaran Kategori Lari RS BHC Run 2026 Segera Ditutup
Ia menambahkan, RS BHC telah dilengkapi fasilitas medis modern, layanan rawat jalan dan rawat inap yang nyaman, IGD 24 jam, serta didukung tenaga medis profesional. “Layanan di RS BHC juga sudah terbuka untuk umum dan bisa menggunakan BPJS,” imbuhnya.
Daya tarik lain dari RS BHC Run 2026 adalah rute yang menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal. Peserta akan melewati kawasan pasar dan deretan UMKM yang aktif sejak pagi hari.
“Di sepanjang rute ada banyak spot UMKM. Salah satunya menjadi tempat nongkrong favorit warga Sumenep di pagi hari,” kata Arya.
Ia juga menambahkan bahwa, event ini melibatkan para UMKM. Setiap pelari yang mengikuti kategori 5K dan 8K mendapat voucher belanja Rp 15 ribu yang bisa gunakan untuk belanja di tenant UMKM.
“Harapannya teman-teman pelari juga bisa menikmatilah UMKM Binaan dari UMKM Sumenep. Dan ini sih yang membedakan acara ini dengan run-run yang lain juga. Di sini teman-teman juga kita akan kasih voucher belanja,” sebutnya.
Baca juga: Pemkab Sumenep Dukung Event RS BHC Run 2026, Bupati Fauzi: Olahraga Harus Jadi Budaya
“Dan teman-teman UMKM juga tidak dipungut biaya sama sekali,” tambah Arya.
Sementara itu, Manager Humas & Marketing RS BHC, Sandra Rahestri, menyebut rute lari dirancang aman dan nyaman, dengan suasana alam yang masih asri.
“Event ini bukan sekadar lomba lari, tapi pengalaman sport tourism. Peserta akan menikmati pemandangan pepohonan hijau, persawahan, dan udara segar,” jelas Sandra.
Ia mengungkapkan, RS BHC Run 2026 merupakan event lari pertama yang digelar oleh fasilitas kesehatan di Kabupaten Sumenep, sekaligus menjadi kampanye gaya hidup sehat secara preventif dan promotif.
“Kami ingin masyarakat menjaga kesehatan sebelum sakit. Melalui olahraga lari, kami berharap semangat hidup sehat bisa tumbuh bersama RS BHC,” ujarnya.
Baca juga: RS BHC Run 2026 Digelar 8 Februari, Gabungkan Sport Tourism, Budaya, dan UMKM Sumenep
| PBNU Soroti Maraknya Konten Pocong di Jatim, Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya dan Tetap Tenang |
|
|---|
| Turis Asal Jerman Jadi Korban Jambret di Surabaya, Pelaku Dilumpuhkan dengan Timah Panas |
|
|---|
| Kapolrestabes Surabaya Turun Pantau Olah TKP Kebakaran Maut di Simokerto, Tewaskan Juragan Sepeda |
|
|---|
| Marak Konten Pocong di Jawa Timur, Muhammadiyah Dorong Literasi Digital dan Penegakan Hukum |
|
|---|
| Fenomena Bediding Mulai Melanda Kota Batu dan Malang, Suhu Malam Hari Bisa Capai Belasan Derajat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Event-lari-terbesar-di-Kabupaten-Sumenep-Madura-Jawa-Timur.jpg)