Berita Viral

Ogah Dituding Ambil Untung dari Program MBG, Haji Her: Uang Saya Sudah Banyak

Tak mau dituding ambil untung dari program MBG, Haji Her ungkap pendapat terbarunya menanggapi keviralan yang terjadi.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Tribun Jatim Network
CRAZY RICH - Haji Her bersama petani mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas di Madura, Jumat (5/9/2025), beberapa waktu lalu. Kini pengusaha yang disebut Crazy Rich Madura itu tanggapi pendapat miring tentangnya 
Ringkasan Berita:
  • Haji Her beri tanggapan mengenai viralnya disebut ambil keuntungan dari program MBG
  • Haji Her ternyata memiliki satu dapur SPPG yang dikelola dengan yayasan mitra
  • Alasan di balik pemberian uang Rp 50 ribu dalam ompreng akhirnya terungkap.

 

TRIBUNJATIM.COM - Tanggapan diberikan oleh Khairul Umam atau Haji Her yang belakangan viral karena berikan uang Rp 50 ribu di ompreng MBG siswa.

Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangeleyan di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan usai membagikan uang Rp 50.000 pada ribuan ompreng.

Kali ini, Khairul Umam atau HaJi Her akan membangun rumah warga yang rusak menggunakan hasil dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapurnya.

Hal itu disampaikan Haji Her saat menghadiri peresmian dan groundbreaking SPPG Polri, serta peresmian gudang ketahanan pangan di Bangkalan.

Mengaku tak ambil keuntungan

Dalam kegiatan itu, pengusaha tembakau asal Pamekasan itu menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil keuntungan dari program MBG tersebut. Bahkan, bagi hasil yang sudah ditentukan juga tidak akan diambil.

"Hasilnya tidak akan saya minta. Misal ada hasil, ya buat warga yang rumahnya tidak layak di sini lah. Buat warga Bangkalan," katanya, Jumat (13/2/2026).

"Kita di sini bukan mencari uang. Uang saya sudah banyak," ujar Haji Her lagi.

Baca juga: Nasib Siswi SMP di Gresik Dirudapaksa Kakak Kelasnya di Rumah Kosong

Tak hanya itu, dia meminta agar pengurus di SPPG miliknya tidak mengurangi porsi dan kualitas MBG yang diberikan pada siswa.

Dia menegaskan bahwa pengelola SPPG juga wajib memberikan makanan sesuai anggaran yang sudah ditentukan.

"Jangan ambil hak orang. Semua petugas kan sudah ada komisinya. Haram mengambil untung di luar haknya," kata Haji Her.

Tak hanya itu, dia juga memberikan komentar terkait uang Rp 50.000 yang diberikan pada 1.877 siswa di 19 sekolah di Kecamatan Tanah Merah.

Pria berjuluk "Crazy Rich Madura" ini mengaku, uang tersebut merupakan hasil dari SPPG yang dimilikinya.

"Ya itu salah satu hasilnya saya kasihkan lagi ke siswa, supaya siswa semangat belajar," pungkasnya.

Sebelumnya, Haji Her membuat heboh karena memberikan uang Rp 50.000 ke ribuan ompreng MBG. Ompreng-ompreng tersebut lalu dibagikan dan diterima langsung oleh siswa di 19 sekolah di Bangkalan.

Sosok Haji Her tak asing di mata warga Madura

Haji Her di kalangan masyarakat Madura dan Jawa Timur sudah terkenal sebagai crazy rich.

Ia merupakan pengusaha yang sukses dengan segala bisnisnya.

Nama Haji Her ternyata cukup tersohor di telinga kalangan masyarakat Madura, Jawa Timur.

Pria dengan nama lengkap Haji Khairul Umam ini dikenal sebagai Crazy Rich Madura atau Sultan Madura.

CRAZY RICH MADURA - Sosok Haji Her yang dijuluki sebagai Crazy Rich Madura. Viral bangun 1000 rumah warga miskin Pamekasan tanpa persyaratan rumit.
CRAZY RICH MADURA - Sosok Haji Her yang dijuluki sebagai Crazy Rich Madura. Viral bangun 1000 rumah warga miskin Pamekasan tanpa persyaratan rumit. (KOLASE Istimewa/TribunJatim.com)

Selain itu, julukan ini didapat lantaran rumah Haji Her yang berdiri megah dan mentereng di Jalan Raya Trasak, Pamekasan, Madura.

Dikutip dari Tribun Madura, Haji Her yang lahir di Pamekasan pada 25 November 1981, memiliki nama asli Khairul Umam.

Selain bergerak di bidang usaha tembakau, Haji Her juga memiliki usaha di bidang minuman dan makanan cepat saji.

Ia memiliki usaha Bento Group Indonesia, yang pada Juni 2023 lalu, melebarkan sayapnya dengan mendirikan Bento Kopi.

Sebagai pengusaha, Haji Her dikenal dermawan.

Bangun 1000 rumah untuk warga miskin

Sosoknya beberapa waktu lalu pernah jadi perbincangan karena bangun 1000 rumah warga miskin di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. 

H Her, menekankan bahwa ia tidak meminta persyaratan rumit untuk bantuan ini.

"Kami hanya menerima laporan mengenai rumah tidak layak huni, kemudian kami pantau dan langsung membangunnya," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan secara ikhlas menggunakan dana pribadi.

"Saya bersama ulama ingin membantu masyarakat miskin agar mempunyai rumah yang layak seperti lainnya," ucapnya.

Sejak awal program ini dimulai, H Her telah menggelontorkan dana pribadi untuk pembangunan rumah.

Ia menyatakan bahwa lebih dari 1.000 rumah telah dibangun tanpa kesepakatan apapun dengan pemilik rumah.

Proyek ini menjangkau warga miskin di semua kecamatan di Pamekasan.

"Yang penting, dana yang kami sumbangkan kepada warga miskin adalah uang halal," tegasnya.

Baca juga: Siswa Semringah Buka Ompreng MBG Dapat Uang Rp50.000, Pemberian dari Crazy Rich Madura

Pembangunan rumah ini dipercayakan kepada Bawang Mas Centre (BMC), yang merupakan mitra H Her sejak tahun 2020, sehingga proses bantuan dapat lebih teratur di setiap kecamatan.

Rencananya, bantuan ini akan meluas ke seluruh Madura, tidak hanya terbatas di Pamekasan.

Warga miskin yang belum terdata oleh pemerintah juga akan mendapatkan bantuan.

"Biasanya kami memberikan sumbangan setiap rumah sebesar Rp 42 juta lebih," ujarnya.

Haji Her menambahkan bahwa bantuan ini tidak pandang bulu.

"Semua masyarakat berhak mendapatkan bantuan yang sama.  Jika ada yang belum memiliki rumah layak huni, silakan komunikasikan. Melalui BMC, kami akan melakukan pendataan," ujarnya.

Tahun ini, H Her menargetkan membangun rumah bagi warga miskin setiap minggu.

Sebelumnya, rata-rata lebih dari satu unit rumah dibangun dalam seminggu.

"Bantuan ini kami berikan secara ikhlas. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan rezeki yang barokah," harapnya.

Salah satu penerima bantuan, Timah (42) dari Dusun Konang Daja, Desa Konang, Kecamatan Galis, mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan rumah.

"Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih bisa mendapatkan bantuan rumah. Akhirnya kami bisa memiliki rumah yang nyaman saat hujan," katanya. 

Asal usul uangnya

Darimana sebenarnya sumber uang yang berlimpah miliknya tersebut?

Suksesnya Haji Her selama ini karena menjadi penimbun tembakau se-Indonesia.

Hal ini diceritakan Haji Her saat diundang Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (27/5/2024) kemarin.

Baca juga: Nasib Pengantin Dikalungi Uang Rp 182 Juta oleh 8 Kakak saat Resepsi, Sosok Istri Dikasihani Tamu

Waktu itu, Haji Her diundang Baleg DPR RI untuk ikut membahas penyusunan RUU tentang Komoditas Strategis Perkebunan. 

Haji Her mengatakan, perusahaannya PT Bawang Mas Grup adalah penimbun seluruh tembakau di Indonesia.

Dia mengklaim sebagai pengusaha penimbun tembakau terbesar di seluruh Indonesia.

"Pasti seluruh pabrikan mesti ngerti ke kita. Jadi saya paham betul apa itu permasalahan tembakau," kata Haji Her, Kamis (6/6/2024).

Pengusaha asal Pamekasan, Madura, bernama Haji Khairul Umam alias Haji Her (kiri). Gus Miftah saat bagi-bagi uang di sebuah gudang milik Haji Her di Pamekasan (kanan). - Pada Rabu (3/1/2024), Bawaslu Pamekasan mengatakan akan memanggil Gus Miftah dan dua orang lainnya, termasuk Haji Her, terkait aksi bagi-bagi uang.
Pengusaha asal Pamekasan, Madura, bernama Haji Khairul Umam alias Haji Her (kiri). Gus Miftah saat bagi-bagi uang di sebuah gudang milik Haji Her di Pamekasan (kanan). - Pada Rabu (3/1/2024), Bawaslu Pamekasan mengatakan akan memanggil Gus Miftah dan dua orang lainnya, termasuk Haji Her, terkait aksi bagi-bagi uang. (TribunMadura.com/Twitter)

Haji Her mengaku tahu cara bagaimana mensejahterakan 15 juta jiwa petani tembakau di seluruh Indonesia.

Mengacu dari ini, dia meminta pemerintah agar bermusyarawah dengan dirinya mengenai cara mensejahterakan 15 juta jiwa petani tembakau.

Apalagi saat ini di sejumlah daerah di Madura sudah mulai memasuki masa tanam tembakau.

Sehingga kesejahteraan petani tembakau perlu segera direalisasikan sebelum memasuki masa panen tembakau.

"Petani yang menggantungkan hidupnya ke pertanian tembakau di Indonesia ini kurang lebih 15 juta jiwa dan kita bergerak di seluruh Indonesia," ungkap Haji Her.

Haji Her (kiri) saat duduk bersama Gus Miftah di rumahnya.
Haji Her (kiri) saat duduk bersama Gus Miftah di rumahnya. (TribunJatim.com/Kuswanto Ferdian)

Bahkan Haji Her mengaku pernah disambangi Victor Hartono, CEO Djarum Foundation untuk berdiskusi mengenai bisnis tembakau di Indonesia.

"Victor Hartono ke Madura dengan kita juga. Dia itu putra mahkotanya Djarum," tutupnya.

Nama Haji Khairul Umam atau Haji Her cukup tersohor di telinga kalangan masyarakat Madura.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved