Menu MBG Ramadan Jadi Sorotan, 4 Dapur SPPG di Sumenep Disuspensi BGN selama Sepekan

Empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep disuspensi BGN.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Alga W
Istimewa
DISUSPENSI - Tampak salah satu SPPG di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, ditutup sementara oleh BGN. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM - Sebanyak empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep harus menghentikan sementara operasionalnya.

Kebijakan tersebut dijatuhkan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan dinilai tidak sesuai ketentuan.

Baca juga: Kualitas Menu hingga Sarana Tak Standar, 3 SPPG di Banyuwangi Ditangguhkan Sementara

Penghentian berlangsung mulai Jumat (27/2/2026) hingga Kamis (5/3/2026).

Selama masa tersebut, dapur tidak diperkenankan beroperasi dan menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, Moh Kholilurrahman Hidayatullah, membenarkan adanya suspensi empat dapur SPPG tersebut.

"Penilaiannya dari pimpinan," tuturnya singkat, Rabu (4/3/2026).

Pria yang akrab disapa Bayor ini menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap menu yang telah dibagikan sejak awal Ramadan.

Sebelum suspensi dijatuhkan, seluruh dapur SPPG di Kota Keris lebih dulu diminta merekap menu yang telah disajikan.

Langkah ini diambil menyusul berbagai sorotan terhadap menu MBG, terutama terkait penyajian menu kering selama Ramadan.

"Selama Ramadan, bukan hanya di Sumenep. Secara nasional juga jadi sorotan, baik menu yang dinilai bagus maupun yang kurang," ungkapnya.

Selama masa penghentian operasional, para kepala SPPG tidak tinggal diam.

Mereka diminta menyusun rencana daftar menu untuk satu bulan ke depan sebagai bahan evaluasi sebelum dapur kembali diizinkan beroperasi.

"Jadi sistemnya diberhentikan selama satu minggu. Kemudian kepala SPPG diminta membuat daftar menu selama satu bulan. Daftar saja," jelas Bayor.

Menurut dia, rencana menu tersebut akan menjadi bahan penilaian lanjutan oleh BGN.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved