Berita Viral

Warga Sumenep Sudah 5 Kali Usir Ekskavator Hadapi Pengembang yang Ngotot Reklamasi Laut, Masih Cemas

Reklamasi di wilayah pesisir pantai Sumenep ternyata masih menjadi konflik bagi warga dengan pengembang, mereka kini masih merasa cemas.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Kompas.com/Nur Khalis
MASIH BERUSAHA - Warga saat berusaha mengusir eskavator dan perahu ponton di lokasi pantai yang akan dilakukan reklamasi. Warga menolak keras adanya reklamasi yang terjadi di wilayah mereka, Minggu (5/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus bersiaga usai konflik reklamasi di pesisir pantai dan laut yang telah bersertifikat hak milik (SHM).
  • Ternyata sudah sebanyak lima kali warga mengusir ekskavator yang hendak mereklamasi wilayah tersebut.
  • Situasi sempat memanas saat material reklamasi dipaksakan masuk hingga terjadi kericuhan.

 

TRIBUNJATIM.COM - Warga masih di tengah rasa cemas dan curiga dengan pihak-pihak yang ingin mengambil hak wilayah mereka di Desa Gersik Putih, Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Warga Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus bersiaga usai konflik reklamasi di pesisir pantai dan laut yang telah bersertifikat hak milik (SHM).

Sebelumnya, Minggu (5/4/2026), warga sempat mengusir dua eskavator di atas perahu ponton yang datang ke lokasi rencana reklamasi tambak garam.

Ternyata sudah sebanyak lima kali warga mengusir ekskavator yang hendak mereklamasi wilayah tersebut.

Kondisi terbaru di lapangan

Pantauan di lapangan, Senin (6/4/2026), dua eskavator itu sudah menjauh dari titik pesisir yang akan direklamasi.

Namun, alat berat masih berada di sisi selatan Dusun Tapakerbau dan dijaga operator serta sejumlah orang yang diduga suruhan pihak pengembang.

Meski ketegangan masih terasa, belum ada penjagaan dari aparat kepolisian maupun TNI di lokasi.

Tokoh masyarakat setempat, Moh. Sahe Yusuf, menyebut, penolakan warga sudah terjadi berulang kali sejak beberapa tahun terakhir.

"Sekitar lima kali melakukan pengusiran eskavator dan perahu pontonnya, dari 2023 sampai 2026," kata Sahe, Senin (6/4/2026).

Warga mengaku cemas karena khawatir pengembang kembali melanjutkan reklamasi.

Baca juga: Sosok Husein Pati, Pernah Dicap Pengkhianat Kini Tersungkur KO di Ring Tinju

Sebelumnya, situasi sempat memanas saat material reklamasi dipaksakan masuk hingga terjadi kericuhan.

"Katanya dibekingi oleh preman," tutur Maimunah, warga yang rutin mencari kepiting di lokasi yang akan direklamasi.

Tidak ada izin

Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep memastikan, rencana reklamasi tersebut belum mengantongi izin.

"Seharusnya mereka mengajukan perizinan dulu ke DPMPTSP, kami tim turun, kan begitu regulasinya. Sekarang kan perizinan OSS satu pintu," jelasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved