Pemkab Sampang Perketat Masuknya Ternak dari Luar Madura, Jaga Kualitas Sapi Lokal
Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura memperketat pengawasan lalu lintas ternak, khususnya dari luar Pulau Madura.
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Ternak dari luar Madura dibatasi masuk demi menjaga kualitas sapi lokal.
- Pemerintah membuka opsi inseminasi buatan dengan semen beku.
- Distribusi sapi dari Madura ke luar daerah meningkat jelang Idul Adha.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sampang memperketat pengawasan lalu lintas ternak, khususnya dari luar Pulau Madura, guna menjaga kualitas dan kemurnian sapi lokal yang menjadi unggulan daerah.
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kemurnian sapi lokal Madura yang menjadi salah satu aset unggulan daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disperta KP Sampang, Arif Rahman Hakim, mengatakan bahwa ternak dari luar Madura tidak diperbolehkan masuk secara bebas.
Setiap pengiriman harus mengantongi izin khusus dari pemerintah provinsi.
"Secara aturan, lalu lintas ternak dari luar Madura memang belum diperbolehkan, kecuali antar kabupaten di wilayah Madura sendiri," ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Pencurian Sapi di Tuban Marak Jelang Idul Adha, Sudah 8 Sapi Digondol Pencuri dalam Sepekan
Jaga Kemurnian Genetik Sapi Madura
Menurutnya, pembatasan ini bukan tanpa alasan. Masuknya ternak dari luar dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas genetik sapi Madura yang selama ini dijaga sebagai plasma nutfah unggulan.
Sebagai solusi, pemerintah tetap membuka opsi pemenuhan kebutuhan melalui teknologi peternakan, yakni dengan memperbolehkan masuknya straw atau semen beku untuk keperluan inseminasi buatan.
"Langkah ini lebih aman untuk menjaga kemurnian genetik tanpa menghambat produktivitas peternak," terangnya.
Di sisi lain, pengiriman ternak dari Madura ke luar daerah tetap diperbolehkan.
Bahkan, menjelang Idul Adha, aktivitas distribusi mulai meningkat untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di berbagai wilayah.
Baca juga: Banyuwangi Intensifkan Vaksinasi PMK ke Sapi-sapi Jelang Iduladha 2026
Distribusi Keluar Daerah Tetap Jalan
"Pengiriman ke luar provinsi seperti Kalimantan dan Jakarta sudah berjalan, namun tetap melalui pengawasan ketat sesuai regulasi yang berlaku," tuturnya.
Sementara, salah satu peternak sapi di Sampang, Amir Muslim menyampaikan sangat mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi masuknya ternak dari luar Madura.
Sebab, untuk menjaga kualitas sapi Madura yang sudah dikenal unggul.
"Langkah ini juga membantu menjaga harga tetap stabil, terutama menjelang Idul Adha," katanya.
Dia berharap pemerintah terus memberikan pendampingan kepada peternak, terutama dalam hal kesehatan hewan dan peningkatan kualitas bibit.
"Kami berharap ada perhatian lebih, seperti bantuan pakan dan layanan kesehatan ternak, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas sapi lokal dan memenuhi kebutuhan pasar," tutupnya.
Idul Adha
Idul Adha 2026
hewan ternak
Pemerintah Kabupaten Sampang
Berita Madura hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| SPPG yang Ditutup Sementara Tetap Dapat Anggaran Rp 6 Juta Sehari, Kepala BGN: Harus Urus Kebutuhan |
|
|---|
| Kebakaran Gudang Rokok di Malang Ternyata Rekayasa Pelaku Penggelapan untuk Hapus Bukti |
|
|---|
| Bolehkah Berkurban Meski Belum Diaqiqahi Sejak Kecil? ini Penjelasan Hukumnya |
|
|---|
| Sosok Penjual Nanas Punya 2 Mobil Tapi Tinggal di Gubuk, Dedi Mulyadi Beri Pekerjaan Gaji Rp4,2 Juta |
|
|---|
| Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi, Simbol Kebersamaan Warga Dusun Rejopuro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sapi-di-sampang-madura.jpg)