Warga Sumenep Ramai Gadaikan Emas, Dipakai Belanja Kebutuhan Sehari-hari hingga Modal Tanam
Tren gadai emas di Kabupaten Sumenep, Madura mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Tren gadai emas di Kabupaten Sumenep meningkat sekitar 18 persen dalam sebulan terakhir akibat tingginya kebutuhan dana cepat masyarakat.
- Mayoritas warga menggadaikan emas untuk kebutuhan rumah tangga dan konsumsi dengan persentase mencapai 54,8 persen.
- Warga di wilayah barat Sumenep seperti Lenteng dan Ganding lebih banyak menggunakan dana gadai emas untuk modal pertanian menjelang musim tanam.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tren gadai emas di Kabupaten Sumenep, Madura, mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir.
Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan dana cepat di tengah masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga modal pertanian menjelang musim tanam.
Kepala Gadai Mas Nusantara Cabang Sumenep, Ingmatus Zahroh mengungkapkan bahwa jumlah warga yang menggadaikan emas naik sekitar 18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Setiap hari pasti ada masyarakat yang datang menggadaikan emas. Dalam sebulan terakhir peningkatannya sekitar 18 persen," kata perempuan yang akrab disapa Iing itu pada Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, mayoritas nasabah berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang membutuhkan tambahan dana untuk berbagai keperluan mendesak.
Sebelum proses pencairan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan terkait tujuan penggunaan dana hasil gadai.
Baca juga: Haliyah Pasrah Gadai Emas untuk Bisa Beli Air Bersih yang Harganya Mencapai Rp 300 Ribu Per Tangki
"Kami lakukan screening terlebih dahulu, apakah untuk kebutuhan konsumsi, modal usaha, atau investasi," ucapnya.
Berdasarkan data Gadai Mas Nusantara Cabang Sumenep, kebutuhan rumah tangga dan konsumsi menjadi alasan terbesar warga menggadaikan emas.
Persentasenya mencapai 54,8 persen, terdiri dari kebutuhan rumah tangga sebesar 31,38 persen, konsumsi 23,01 persen, dan pendidikan 0,41 persen.
Sementara itu, gadai emas untuk modal usaha tercatat sebesar 39,43 persen dan investasi sebesar 5,76 persen.
Iing menilai tingginya angka gadai untuk kebutuhan sehari-hari menjadi gambaran bahwa banyak keluarga membutuhkan dana tambahan untuk menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.
Baca juga: Sumenep Terancam Darurat Kekurangan Guru, Nasib Ratusan Honorer Masih Menggantung
Di wilayah timur dan utara Sumenep seperti Kecamatan Dungkek dan Talango, mayoritas warga memanfaatkan gadai emas untuk memenuhi kebutuhan harian, biaya sekolah anak, hingga berbagai kebutuhan pendidikan lainnya.
"Kalau wilayah timur dan utara seperti Dungkek dan Talango, kebanyakan untuk kebutuhan rumah tangga, sekolah anak, dan kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
| Beli Pakan Kucing, Pria Dikejar Warga setelah Diteriaki Pegawai Pet Shop Bangkalan |
|
|---|
| Sebanyak 3 Kambing di Sumenep Terjangkit Orf, Pemkab Terjunkan 47 Nakeswan Pelototi Lapak Dadakan |
|
|---|
| Sumenep Terancam Darurat Kekurangan Guru, Nasib Ratusan Honorer Masih Menggantung |
|
|---|
| DPRD Sumenep Warning soal Pelestarian Cagar Budaya: Ada Kearifan Lokal yang Perlu Dipahami |
|
|---|
| Santri Gelar Demo di Pengadilan Negeri Sampang, Minta Vonis Berat untuk Pelaku Penganiayaan Guru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tampak-pengendara-sedang-melintas-di-depan-kantor-Gadai-Emas-Kecamatan-Talango.jpg)