BGN Stop Sementara Pembangunan Dapur MBG, Puluhan SPPG di Bangkalan Proses Persiapan Beroperasi
Gelombang pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan terancam melambat setelah Badan Gizi Nasional
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, menghentikan sementara pendaftaran dan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengevaluasi efisiensi anggaran dan tata kelola program secara nasional.
- Hingga 2 Juni 2026, terdapat 212 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan. Sebanyak 123 SPPG telah beroperasi, sementara 89 lainnya masih dalam tahap persiapan, sehingga berpotensi terdampak kebijakan moratorium.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Gelombang pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan terancam melambat setelah Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan moratorium pembukaan dapur baru.
Kebijakan ini berpotensi menghambat operasional puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mengantongi izin dan tengah bersiap melayani masyarakat.
Tingginya tingkat pendaftaran untuk pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah direspon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dengan menerapkan moratorium.
Kebijakan penghentian sementara pendaftaran dan pembangunan dapur baru MBG itu disampaikan Nanik di Kantor BGN, Jakarta pada Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Puluhan Ribu Anak Terdampak Tak Terima MBG Imbas 11 SPPG di Ponorogo Disuspend BGN
Kondisi ini berpotensi akan berdampak terhadap puluhan dapur baru MBG di Kabupaten Bangkalan.
Hingga 2 Juni 2026, Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Bangkalan merilis sebanyak 212 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan catatan, 123 SPPG di antaranya telah beroperasi.
"Ada selisih 89, di mana 70 SPPG di antaranya berstatus dalam proses persiapan beroperasi karena belum memiliki kepala SPPG. Sementara 17 SPPG lainnya berstatus mau beroperasi," ungkap Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika kepada Tribun Madura, Minggu (7/6/2026).
Moratorium tersebut merupakan salah satu dari empat fokus utama pimpinan baru BGN di bawah komado Nanik S Deyang. Kebiakan itu ditempuh untuk mengevaluasi efisiensi anggaran serta memperbaiki tata kelola puluhan ribu dapur MBG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Bangkalan, pertumbuhan SPPG baru terbilang subur bahkan dalam satu bulan periode 11 Maret-10 Aprill, jumlah SPPG baru tercatat sejumlah 25 unit atau bertambah 4 SPPG baru dalam sehari.
Saat ini pun jumlahnya sudah mencapai 212 SPPG dengan catatan 123 SPPG di antaranya telah beroperasi, 70 SPPG belum ada kepa SPPG, dan 17 SPPG sudah mau beroperasi.
Bambang menjelaskan, hingga saat ini Satgas MBG Pemkab Bangkalan masih menunggu regulasi tentang moratorium seperti yang disampaikan Nanik S Deyang untuk memastikan implementasinya di lapangan.
"Semisal di Kecamatan Kokop saat ini ada 14 unit dapur MBG yang sudah mempunyai ID namun sudah ada sembilan dapur telah beroperasi. Jadi kalau tidak terkena moratorium, akan ada 14 dapur di Kokop yang beroperasi nanti," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Event Grebeg Suro Ponorogo 2026 Dimulai, Disebut Bisa Tarik Minat Wisatawan Lokal dan Luar Negeri |
|
|---|
| Reaksi Anak Purbaya soal Ayah Diisukan Mundur dari Menkeu, Singgung Tebar Ketakutan Demi Untung |
|
|---|
| Pernah Diklaim Dadan Lebih Murah, Motor Listrik Rp1 Triliun Proyek MBG Masih Menumpuk di Gudang |
|
|---|
| Cara Daftar Bintara PK TNI AU 2026, Dibuka hingga 20 Juni untuk Lulusan SMA, SMK, dan D3 |
|
|---|
| Mike Maignan Diambang Hengkang, AC Milan Hadapi Misi Berat Pertahankan Sang Kiper |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/WAIT-AND-SEE-Satgas-Pemkab-Bangkalan-Dr-Bambang-Budi-Mustika-belum-bisa.jpg)