Telaga Sarangan Jadi Magnet Wisata Libur Nataru, Pengunjung Tembus 1,09 Juta Orang

Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, mencatat sebanyak 1.094.668 orang, telah berkunjung ke Telaga Sarangan

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Febrianto Ramadani
MASIH FAVORIT - Wisatawan membanjiri Telaga Sarangan selama berlibur pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, mencatat sebanyak 1.094.668 orang, telah berkunjung ke tempat tersebut. Tahun ini jumlah kunjungan naik sekitar 14 ribu pengunjung, dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 1.080.666 orang. 
Ringkasan Berita:
  • Telaga Sarangan dikunjungi 1.094.668 orang selama libur Nataru 2025, naik 14 ribu dari tahun lalu.
  • Faktor ekonomi, daya beli, dan cuaca mendukung peningkatan kunjungan.
  • Disbudpar dorong kolaborasi antar daerah untuk memperkuat paket wisata.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025, Wisata Telaga Sarangan masih menjadi jujugan favorit bagi wisatawan.

Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, mencatat sebanyak 1.094.668 orang, telah berkunjung ke tempat tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo, mengatakan, jumlah tersebut naik sekitar 14 ribu pengunjung, dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 1.080.666 orang.

Faktor Peningkatan Kunjungan

“Kondisi ini sekaligus mematahkan anggapan, bahwa Telaga Sarangan mengalami penurunan minat wisatawan,” ujar Eka, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, faktor seperti perkembangan ekonomi masyarakat, daya beli, hingga cuaca turut mempengaruhi dinamika kunjungan wisata.

Baca juga: Wisatawan Keluhkan Warung di Telaga Sarangan Getok Harga Rp506 Ribu, ini Sikap Disbudpar Magetan

“Tidak hanya di Magetan tetapi juga di berbagai daerah lain seperti Batu, Bali, sebagian kawasan Jogjakarta juga mengalami tren serupa,” tuturnyan

“Memang banyak faktor eksternal yang berpengaruh, namun yang jelas, peningkatan di Telaga Sarangan ini tetap menjadi modal optimisme kami,” imbuhnya.

Telaga Sarangan sebagai Magnet Utama

Disbudpar masih melakukan rekapitulasi untuk destinasi-destinasi lain, namun Sarangan disebut sebagai magnet utama wisata daerah.

Eka menambahkan, pengelolaan pariwisata saat ini tidak lagi mengedepankan persaingan antar wilayah, melainkan kolaborasi.

Baca juga: Wisatawan Keluhkan Warung di Telaga Sarangan Getok Harga Rp506 Ribu, ini Sikap Disbudpar Magetan

“Daerah wisata idealnya saling bersanding, bukan bersaing. Paket wisata antar wilayah harus saling menguatkan,” tandas Eka.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved