Akses Jalan Wisata Telaga Sarangan Magetan Pulih Diterjang Longsor

Kasi Darlog BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan, Tanah Longsor disebabkan oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
PEMBERSIHAN - Petugas gabungan membersihkan sisa material tanah longsor yang menutup akses jalan wisata Telaga Sarangan, Kamis pagi (15/1/2026).Material longsor pada tebing menutup menutup 50 persen Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat, kini kembali normal. 
Ringkasan Berita:
  • Longsor menutup 50 persen Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat, tanpa korban jiwa.
  • BPBD Magetan selesai membersihkan material longsor pukul 14.00 WIB, akses jalan kembali normal.
  • Mitigasi dilakukan dengan perkuatan tebing, drainase, rambu peringatan, dan sosialisasi kewaspadaan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Akses jalan wisata di Telaga Sarangan sudah pulih usai diterjang Tanah Longsor Kamis (15/1/2026).

Kasi Darlog BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan, Tanah Longsor disebabkan oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan kemiringan tebing yang curam, terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, dengan ukuran longsoran setinggi kurang lebih 4 meter dan lebar 4 meter. 

“Material longsor pada tebing menutup menutup 50 persen Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat. Material longsor berupa 5 batu berdiameter sekitar 2 meter dan bonggol pohon, tidak terdapat korban jiwa pada kejadian ini,” jelas Eka.

Baca juga: Longsor Disertai Batu Besar di Kawasan Telaga Sarangan, Akses Wisata Sempat Terganggu

Penanganan Longsor

Pihaknya melakukan pendataan di lokasi sekira pukul 07.45 WIB, sekaligus berkoordinasi bersama unsur terlibat, melaksanakan pembersihan material longsor berupa 5 batu berdiameter sekitar 2 meter dan bonggol pohon, serta timbunan tanah. 

“Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan pukul 14.00 WIB penanganan material longsor berupa tanah telah berhasil diselesaikan,” bebernya.

Upaya Mitigasi

BPBD Kabupaten Magetan juga melakukan pemantauan, koordinasi dengan DPUPR, BBWS Bengawan Solo, Perhutani, Dinas Pariwisata dan Forkopimcam terkait upaya mitigasi struktural, seperti perkuatan tebing atau penataan drainase di sekitar lokasi rawan longsor, terutama pada saat curah hujan meningkat.

Baca juga: Angin Kencang di Telaga Sarangan Magetan, Sejumlah Pohon Tumbang

“Menambah papan rambu peringatan dan meningkatkan sosialisasi bersama Perhutani, Dinas Pariwisata, Forkopimcam kepada para pelaku usaha serta wisatawan terkait kewaspadaan tanah longsor di tebing sisi barat Telaga Sarangan,” ungkapnya.

Eka mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan untuk waspadai tanda tanda Tanah Longsor, seperti retakan di tanah atau dinding rumah, Pohon atau tiang miring, Air keruh keluar dari celah tanah, dan Suara gemuruh dari arah lereng. 

“Hindari Aktivitas di Sekitar Lereng Terjal, terutama saat dan setelah hujan deras di kawasan Telaga Sarangan, khususnya pada kondisi cuaca hujan. Pantau Informasi Cuaca Resmi dari BMKG. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan bersama,” tandas Eka.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved