Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Tanggapi Penolakan Warga Terkait Pembangunan SPAM di Sumber Wadon
Perumda Tirta Kanjuruhan Malang menanggapi soal penolakan warga terkait pembangunan SPAM di Sumber Wadon, tegaskan tak ada kompensasi.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Perumda Tirta Kanjuruhan Malang buka suara soal aksi penolakan warga terkait pembangunan SPAM di Sumber Wadon.
- Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Malang, Syamsul Hadi menegaskan, pembangunan SPAM telah memenuhi perizinan.
- Syamsul Hadi juga menegaskan, tidak ada kompensasi yang harus diberikan pada warga.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terjadi penolakan warga terkait pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Sumber Wadon Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Malang, Syamsul Hadi menanggapi aksi penolakan warga tersebut.
Dia menegaskan, pembangunan SPAM telah memenuhi perizinan.
"Jadi untuk melaksanakan program pemerintah itu kan harus melalui izin. Izin sudah saya cukupi semua. Kalau izin gak lengkap, kami gak berani (membangun), tapi ini izin semua sudah lengkap," kata Syamsul ketika dikonifirmasi, Senin (24/11/2025).
Secara rinci, ia menjelaskan, pembangunan SPAM di Sumber Wadon untuk memenuhi kebutuhan air warga, khususnya pusat keramaian Kecamatan Gondanglegi.
Sebetulnya, sejak puluhan tahun sebelumnya, Perumda Tirta telah membangun penyedia air di lokasi tersebut, namun saat ini pelayanan kurang maksimal.
"Kita dulu sudah bangun di situ. Tapi dulu masih memakai pompa, karena tidak mampu, kita hentikan sementara. Lah ini kita fungsikan kembali," jelasnya.
Selain telah mengantongi perizinan, dikatakan Syamsul, pembangunan SPAM juga sudah dilakukan sosialisasi.
Yaitu dengan menghadirkan kepala desa, tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang yang diwakili oleh Camat Gondanglegi, serta perwakilan perangkat daerah terkait.
Baca juga: Warga Tolak Pembangunan SPAM di Sumber Wadon Malang, Beber Dampak Negatif hingga Singgung Kompensasi
Pada pertemuan tersebut, Syamsul menjelaskan ada beberapa permintaan dari warga.
Meliputi pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH), peningkatan jalan desa, hingga perbaikan saluran irigasi.
"Semua tuntutan tersebut sudah kami sudah kita penuhi untuk diusulkan ke Pak Bupati dan sudah disetujui," bebernya.
Mengenai permintaan warga soal kompensasi yang harus dipenuhi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul menjelaskan, tidak ada kompensasi yang harus diberikan.
Sebab wilayah yang akan dibangun SPAM merupakan tanah sempadan milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
SPAM
Sumber Wadon
Desa Putukrejo
Kecamatan Gondanglegi
Malang
Perumda Tirta Kanjuruhan
Syamsul Hadi
TribunJatim.com
berita Kabupaten Malang terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Dewan Soroti Aduan Pungli Sekolah Negeri di Kota Malang, Mulai dari LKS hingga Wisuda di Hotel |
|
|---|
| Kartu Kuning Tak Lagi Jadi Ancaman, FIFA Usulkan Reset Kartu di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Lima Kuliner Khas Ngawi yang Legendaris, Dari Nasi Pecel Pincuk hingga Wedang Cemue Hangat |
|
|---|
| Rekomendasi Tujuh Museum di Surabaya, Dari Jejak Perjuangan hingga Edukasi Modern |
|
|---|
| Daftar Julukan 48 Tim Peserta Piala Dunia 2026, Ada Si Putih-Biru Langit hingga Tim Samba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-ekskavator-ilustrasi-SPAM-di-Sumber-Wadon-Desa-Putukrejo-malang.jpg)