Warga Malang Keluhkan Pembangunan Badan Jalan yang Lebih Tinggi dari Rumah, Akses Susah
Warga Malang keluhkan pembangunan badan jalan yang lebih tinggi dari rumah, tukang tambal ban sampai merogoh kocek pribadi untuk permudah akses.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dwi Prastika
Selain keluhan itu, pedagang di lokasi juga mengeluh soal turunnya omzet.
Bahkan, pedagang nasi goreng di dekat Supeno memilih untuk tidak berjualan.
"Sejak dibangun itu saya sudah nggak jualan. Kalau ada pembangunan gini ya libur dulu," ujar Joyo, warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Malang.
Sementara itu, toko parfum yang ada di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan omzet hampir 50 persen.
Jika biasanya dalam sehari toko tersebut mampu mendapatkan omzet Rp 1 juta/hari, kini tinggal Rp 400 ribu/hari.
"Kalau tinggi (jalan) kayak gini orang mau berhenti (di toko parfum) juga susah, parkir di pinggir jalan juga bikin macet," ucap perempuan yang tak ingin disebutkan namanya itu.
Penjelasan DPUBM Malang
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Malang, Anita Aulia Sari menyampaikan, pembangunan jalan dari simpang empat Kepanjen sampai Desa Mangunrejo merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Pembangunan jalan ini merupakan bantuan Program (Inpres Jalan Daerah) IJD untuk Pemkab Malang dari Kementerian PU. Sehingga dari mulai penganggaran, pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan semua dilaksanaan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)," ucap Anita saat dikonfirmasi.
Dirinya menyebutkan jika pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan perencanaan teknis untuk meningkatkan kualitas struktur jalan, keselamatan pengguna jalan, serta memperbaiki fungsi drainase.
Menyikapi adanya perbedaan ketinggian antara badan jalan dengan rumah dan tempat usaha warga, akan dilakukan penyesuaian teknis di lapangan.
Anita menyebutkan, penyesuaian tersebut meliputi antara pembuatan akses masuk (oprit/kemiringan bertahap) pada titik-titik tertentu.
Kemudian pengaturan kemiringan permukaan dan bahu jalan agar aliran air hujan tetap mengarah ke saluran drainase dan tidak masuk ke halaman atau bangunan warga.
"Seluruh pekerjaan dan penyesuaian tersebut dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku. Serta akan terus dievaluasi agar manfaat pembangunan jalan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," pungkasnya.
Desa Mangunrejo
Malang
Kementerian Pekerjaan Umum
Simpang Empat Kepanjen
Kelurahan Cepokomulyo
TribunJatim.com
berita Kabupaten Malang terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Hasil Persebaya Vs PSBS Biak, Tampil Dominan, Bajol Ijo Menang Telak |
|
|---|
| Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2026, Simak Niat dan Keutamaannya |
|
|---|
| Wanita Paruh Baya Tak Berkutik saat Ditangkap Warga di Pasar di Tuban, Diduga Edarkan Uang Palsu |
|
|---|
| Pabrik Gula Pesantren Baru Targetkan Produksi 64 Ribu Ton Gula di 2026, Tradisi Cethik Geni Digelar |
|
|---|
| Pindah Haluan, Mantan Legislator PKB Bondowoso Pilih Berkarya di Golkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-badan-jalan-yang-dibangun-terdapat-perbedaan-ketinggian-dengan-rumah-di-malang.jpg)