Warga Malang Keluhkan Pembangunan Badan Jalan yang Lebih Tinggi dari Rumah, Akses Susah

Warga Malang keluhkan pembangunan badan jalan yang lebih tinggi dari rumah, tukang tambal ban sampai merogoh kocek pribadi untuk permudah akses.

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Luluul Isnainiyah
PEMBANGUNAN - Terdapat perbedaan ketinggian badan jalan yang dibangun dan rumah warga di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (15/12/2025). Warga keluhkan akses masuk yang terlalu tinggi.  

Selain keluhan itu, pedagang di lokasi juga mengeluh soal turunnya omzet.

Bahkan, pedagang nasi goreng di dekat Supeno memilih untuk tidak berjualan. 

"Sejak dibangun itu saya sudah nggak jualan. Kalau ada pembangunan gini ya libur dulu," ujar Joyo, warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Malang

Sementara itu, toko parfum yang ada di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan omzet hampir 50 persen.

Jika biasanya dalam sehari toko tersebut mampu mendapatkan omzet Rp 1 juta/hari, kini tinggal Rp 400 ribu/hari. 

"Kalau tinggi (jalan) kayak gini orang mau berhenti (di toko parfum) juga susah, parkir di pinggir jalan juga bikin macet," ucap perempuan yang tak ingin disebutkan namanya itu. 

Penjelasan DPUBM Malang

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Malang, Anita Aulia Sari menyampaikan, pembangunan jalan dari simpang empat Kepanjen sampai Desa Mangunrejo merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

"Pembangunan jalan ini merupakan bantuan Program (Inpres Jalan Daerah) IJD untuk Pemkab Malang dari Kementerian PU. Sehingga dari mulai penganggaran, pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan semua dilaksanaan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)," ucap Anita saat dikonfirmasi.

Dirinya menyebutkan jika pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan perencanaan teknis untuk meningkatkan kualitas struktur jalan, keselamatan pengguna jalan, serta memperbaiki fungsi drainase.

Menyikapi adanya perbedaan ketinggian antara badan jalan dengan rumah dan tempat usaha warga, akan dilakukan penyesuaian teknis di lapangan. 

Anita menyebutkan, penyesuaian tersebut meliputi antara pembuatan akses masuk (oprit/kemiringan bertahap) pada titik-titik tertentu.

Kemudian pengaturan kemiringan permukaan dan bahu jalan agar aliran air hujan tetap mengarah ke saluran drainase dan tidak masuk ke halaman atau bangunan warga. 

"Seluruh pekerjaan dan penyesuaian tersebut dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku. Serta akan terus dievaluasi agar manfaat pembangunan jalan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved