40 Alat Musik Tradisional Nusantara dan Mancanegara Dipamerkan di MCC Malang
Pameran alat musik tradisional dari nusantara maupun mancanegara digelar di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Senin (12/1/2026).
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pameran alat musik tradisional digelar di Malang Creative Center (MCC) dengan menampilkan 40 koleksi dari nusantara dan mancanegara, seperti didgeridoo Australia dan sitar India.
- Alat musik yang dipamerkan mencakup berbagai cara bermain, mulai ditiup, dipukul, hingga dipetik, dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan keberagaman budaya.
- Pengunjung mengaku terkesan karena bisa melihat dan mencoba langsung alat musik tradisional yang selama ini hanya mereka kenal lewat media sosial.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pameran alat musik tradisional dari nusantara maupun mancanegara digelar di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Senin (12/1/2026).
Sebanyak 40 koleksi alat musik baik yang dimainkan dengan cara ditiup, dipukul maupun dipetik dipajang dalam pameran tersebut.
Manajer Marketing dan Pemasaran MCC, Frishanti Yuan Paramita mengatakan, pameran digelar untuk mengedukasi masyarakat.
Selain menjadi tempat belajar sejarah dan budaya, masyarakat juga bisa tahu bahwa alat musik tradisional memiliki bentuk yang beragam.
"Lewat pameran ini, masyarakat bisa lebih mengenal beragam alat musik tradisional. Disamping bentuknya yang unik, cara memainkan juga tidak bisa sembarangan dan memerlukan teknik khusus," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (12/1/2026).
Untuk alat musik tradisional luar negeri yang dipamerkan, yaitu didgeridoo dari Australia dan sitar dari India.
Sedangkan yang berasal dari nusantara antara lain sape Kalimantan, penting dari Bali, rebab, hingga kendang kempul maupun angklung paglak dari Banyuwangi.
Baca juga: Pemkot Malang Wacanakan Komersialisasi MCC, Biaya Operasional Tak akan lagi Bergantung APBD
"Ini semua merupakan koleksi dari seluruh komunitas musik yang ada di Malang Raya. Semuanya bisa dimainkan dan terkadang juga dipakai untuk tampil," tambahnya.
Dirinya mengungkapkan, bahwa pameran tersebut digelar hingga awal Februari 2026. Selain gratis, masyarakat juga bisa mencoba berbagai alat musik tersebut.
"Pengunjung dapat mencoba langsung berbagai alat musik tradisional yang dipamerkan. Pameran ini sengaja kami letakkan di area MCC Planning Gallery, sehingga pengunjung juga bisa belajar sejarah Kota Malang," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Farhan mengaku terkesima dengan beragam bentuk alat musik tradisional yang dipamerkan.
"Saya baru tahu, kalau alat musik tradisional di Indonesia ini begitu banyak dan bentuknya macam-macam. Malah beberapa kali baru lihat secara langsung, karena selama ini saya melihatnya hanya lewat internet dan media sosial," jujurnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pengunjung lainnya, Aleza. Bahkan, ia berharap alat musik yang dipamerkan dapat ditambah jumlahnya.
"Sebagai bagian dari generasi Z, tentunya takjub bisa langsung melihat berbagai alat musik tradisional. Kalau saya sendiri, lebih tertarik pada estetika atau bentuk alat musiknya dan suara yang dihasilkan," tandasnya
| Disparbud Kabupaten Malang Evaluasi Keamanan Wisata Pantai Selatan Setelah Insiden Wediawu |
|
|---|
| Polisi Periksa 24 Saksi Kasus di Pantai Wedi Awu Malang, Pelaku Pengeroyokan Kapan Diperiksa? |
|
|---|
| Cerita soal Sulirno, Pedagang Lansia di Pinggir Pasar Kebalen Malang yang Pulang Seminggu Sekali |
|
|---|
| Polisi Sebut 31 Wisatawan Surabaya yang Berlibur di Pantai Wedi Awu Malang Positif Narkoba |
|
|---|
| Kendaraan Wisatawan Asal Surabaya Dirusak saat Berlibur di Malang, Polisi: Masih Diselidiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Salah-seorang-pengunjung-saat-melihat-beragam-alat-musik-tradisional.jpg)