Harga BBM Naik

Harga Bahan Bakar Melonjak, Anggaran BBM DLH Kota Malang Terancam Habis pada September 2026

DLH Kota Malang menghadapi tekanan anggaran akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada operasional

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Kendaraan operasional perawatan taman milik DLH Kota Malang. Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, mengungkapkan bahwa lonjakan biaya BBM membuat kebutuhan anggaran di dinasnya meningkat signifikan. Dalam sebulan, pengeluaran mencapai Rp 1,3 miliar yang sebelumnya Rp 900 juta. 

 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengalami tekanan anggaran akibat kenaikan harga BBM non-subsidi yang membuat biaya operasional melonjak
  • Meski biaya meningkat, DLH memastikan layanan pengangkutan sampah dan perawatan lingkungan tetap berjalan normal karena kebutuhan operasional di lapangan cukup tinggi.
  • DLH memperkirakan anggaran BBM hanya cukup hingga September 2026

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menghadapi tekanan anggaran akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada operasional pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Matondang, mengungkapkan bahwa lonjakan biaya BBM membuat kebutuhan anggaran meningkat signifikan.

“Kalau sebelumnya pengeluaran BBM sekitar Rp 900 juta per bulan, sekarang naik menjadi sekitar Rp1,3 miliar,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Raymond menegaskan, meski terjadi kenaikan biaya, operasional di lapangan tetap berjalan normal tanpa pengurangan layanan.

“Operasional tetap, tidak ada perubahan. Karena kebutuhan di lapangan, termasuk pengangkutan sampah dan perawatan taman, cukup tinggi,” jelasnya.

DLH saat ini mengoperasikan sekitar 50 kendaraan non-subsidi, di luar armada truk sampah yang menggunakan bahan bakar subsidi.

Selain kendaraan, kebutuhan BBM juga terserap untuk operasional alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang.

“Di TPA ada enam alat berat, itu saja bisa menghabiskan sekitar Rp 300 juta per bulan,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, DLH memperkirakan anggaran BBM yang tersedia hanya mampu bertahan hingga September 2026.

Jika tidak ada penambahan, kekurangan anggaran diprediksi mencapai Rp 6 miliar hingga akhir tahun.

“Kalau dihitung sampai Desember, kekurangannya sekitar Rp 6 miliar,” ungkap Raymond.

Baca juga: DLH Kota Malang Terus Lakukan Perempesan Antisipasi Pohon Tumbang Saat Cuaca Ekstrem

Untuk mengatasi kondisi ini, DLH berencana mengajukan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan (PAK). DLH Kota Malang sudah merancang usulan tersebut.

“Kami sudah merencanakan pengajuan tambahan anggaran di PAK,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved