Cuaca Tidak Bersahabat, Harga Ikan Laut di Pasar Besar Kota Malang Naik Drastis
Cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi di perairan Jawa Timur berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan.
Penulis: Purwanto | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun di sejumlah wilayah Jawa Timur, sehingga pasokan ikan laut berkurang.
- Dampaknya, harga hampir semua jenis ikan laut di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu per kilogram.
- Beberapa jenis ikan seperti tengiri bahkan sempat tidak dikirim karena nelayan banyak yang tidak melaut akibat angin kencang.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi di perairan Jawa Timur berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan.
Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga ikan laut di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Besar Kota Malang.
Sejumlah pedagang menyebut, pasokan ikan dari nelayan berkurang akibat banyak kapal yang memilih tidak melaut demi keselamatan. Hal itu menyebabkan harga ikan di pasaran naik cukup signifikan.
"Naik semua, karena cuaca dan anginnya kencang. Banyak nelayan yang tidak melaut, kemarin ada yang tenggelam juga katanya gitu," terang Maria Ulfa salah satu pedagang ikan di Pasar Besar Kota Malang, Selasa (27/1/2026).
Maria mengatakan, akibat cuaca ekstrem, beberapa jenis ikan bahkan tidak dikirim sama sekali oleh pemasok.
"Pasokan bahkan ada yang kosong, ikan tengiri itu gak dikirim, ya karena cuaca," katanya.
Baca juga: Polres Malang Patroli Wisata Pantai Selatan Selama Libur Panjang, Imbau Waspada Ombak Besar
Ia menyebut hampir seluruh jenis ikan laut mengalami kenaikan harga, mulai dari cumi-cumi, kerapu, tenggiri, kembung, hingga tuna.
"Cumi-cumi biasanya Rp 70 ribu sekarang jadi Rp 80 ribu, terus tengiri biasa Rp 75 ribu sekarang Rp 85 ribu. Pokoknya per kilo naiknya Rp 10 ribu," tutur Maria.
Maria mengungkapkan jika kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak sebulan terakhir atau mendekati tahun baru 2026.
"Sudah hampir satu bulan, sebelum tahun baru 2026 kemarin. Iya, memang karena angin kencang ini," ungkapnya.
Kata Maria, sejumlah warga di Kota Malang banyak yang mencari jenis ikan seperti ikan kembung dan teri nasi.
"Paling favorit warga banyak yang nyari ikan kembung sama teri nasi. Iya, banyak yang nyari. Kembung sama teri nasi." jelasnya.
Baca juga: Kampung Tempe Sanan Malang Terdampak Kenaikan Harga Kedelai Impor
| Ramalan Cuaca Jatim Sabtu 18 April 2026, Semua Daerah Cerah Berawan |
|
|---|
| Pasca Cerai dengan Rully, Boiyen Trauma Didekati Pria Bermulut Manis |
|
|---|
| Cara Mendaftar Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 dan Rincian Biayanya |
|
|---|
| Meski Kerap Diprotes, Wasit Indonesia Terima Gaji Tertinggi di Asia Tenggara |
|
|---|
| Curhat Mantan Bintang Arsenal soal Arteta yang Bikin Sepak Bola Terasa Membosankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pedagang-ikan-di-Pasar-Besar-Kota-Malang-saat-menjajakan-dagangannya-Selasa-2712026.jpg)