Menikmati Pemandangan Malang dari Atas di Kafe Burning Bar, Menu Makanan Ketela dan Pisang

Burning Bar, tempat nongkrong di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang menawarkan pemandangan gunung dan alam.

Penulis: Purwanto | Editor: Arie Noer Rachmawati
TribunJatim.com/Purwanto
BURNING BAR - Pengunjung menikmati suasana alam di Burning Bar di Kecamatan Batu, Kota Wisata Batu, Minggu (1/2/2026). Burning Bar menyuguhkan tempat nongkrong dengan pemandangan pegunungan dan alam. 

Ringkasan Berita:
  • Burning Bar terletak di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang, menawarkan panorama Kabupaten Malang (Pujon) dan Kota Batu sekaligus dari satu titik tanpa dikenakan tiket masuk.
  • Menu utama hanya tiga jenis makanan yakni polo pendem (umbi-umbian), kentang dari Kota Batu, ketela dari Kabupaten Malang, dan pisang.
  • Burning Bar juga menjadi markas komunitas Barbarian, yang rutin melakukan aktivitas fisik seperti tracking 3–5 km setiap Jumat.

 

TRIBUNJATIM.COM - Malang masih menjadi primadona bagi warga menghabiskan liburan maupun melepas penat. 

Berbagai tempat di sudut-sudut Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu tidak luput dari sasaran warga mencari tempat untuk sekadar melepas penat. 

Salah satu yang wajib dikunjungi yakni Burning Bar, sebuah tempat nongkrong yang terletak tepat di perbatasan dua wilayah antara Kota Batu dan Kabupaten Malang

Burning Bar menawarkan pengalaman kuliner sederhana namun kaya akan pemandangan alam (point of interest) yang memanjakan mata.

Burning Bar yang masuk dalam kawasan Perhutani Malang yakni di Gunung Banyak wajib dikunjungi karena lokasinya bisa melihat indahnya panorama Kabupaten Malang dan Kota Batu sekaligus dari satu titik. 

Dari pengamatan Tribun Jatim Network, Pengunjung dapat melihat dari berbagai sisi di Burning Bar.

Dari sisi barat menampilkan lanskap Kabupaten Malang, khususnya wilayah Pujon dan sisi timur menyuguhkan pemandangan Kota Batu yang ikonik.

Baca juga: Tak Perlu Jauh-jauh ke Bogor, Soto Mie Pak Kadir Kini Bisa Dinikmati di Kota Malang

Hanya Sajikan 3 Jenis Makanan Utama

Berbeda dengan konsep kafe modern, Burning Bar justru memilih kembali ke akar dengan hanya menawarkan tiga jenis makanan utama yang merepresentasikan kekayaan bumi disekitarnya. 

Menu polo pendem yakni jenis umbi-umbian dan hasil bumi seperti ketela kawi, kentang, hingga pisang menjadi menu utama di Burning Bar

"Jadi kita angkat potensi lokal disini dari wilayah Malang. Kentangnya dari Kota Batu, Ketela dari Kabupaten Malang dan pisang," terang pengelola Burning Bar, Bambang Ariyanto, Minggu (1/2/2026). 

Meski menawarkan pemandangan yang istimewa, Burning Bar tidak mengenakan tiket masuk untuk menikmati suasana di sana. 

Harga menu yang ditawarkan pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp40.000.

"Tidak ada tiket masuk, langsung saja. Kalau menu yang disajikan kita mulai dari harga Rp 15 ribu," jelas Bambang. 

BURNING BAR - Pengunjung menikmati suasana alam di Burning Bar di Kecamatan Batu, Kota Wisata Batu, Minggu (1/2/2026). Burning Bar menyuguhkan tempat nongkrong dengan pemandangan pegunungan dan alam.
BURNING BAR - Pengunjung menikmati suasana alam di Burning Bar di Kecamatan Batu, Kota Wisata Batu, Minggu (1/2/2026). Burning Bar menyuguhkan tempat nongkrong dengan pemandangan pegunungan dan alam. (TribunJatim.com/Purwanto)

Baca juga: Pecel Lele Budi Luhur Jombang: Rasa Tak Pernah Pudar Sejak 1990-an, Sambal Mentah Jadi Daya Tarik

Wadah Komunitas 'Barbarian'

Selain menjadi tempat nongkrong yang asyik, di Burning Bar juga menjadi wadah bagi komunitas "Barbarian".

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved