Kelenteng Eng An Kiong Maknai Tahun Kuda Api 2026 Agar Pemimpin Lebih Kerja Keras: Bukan yang Liar
Kelenteng Eng An Kiong mengatakan bahwa Tahun Kuda Api di tahun ini mengandung pesan penting.
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang berlangsung khidmat, Selasa (17/2/2026).
Sekitar 100 umat dan simpatisan mengikuti sembahyang bersama memasuki Tahun Kuda Api atau Bing Wu.
Baca juga: Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Nyalakan Lilin dalam Perayaan Imlek, Harganya Ada yang sampai 20 Juta
Tahun Kuda Api diyakini membawa simbol kekuatan, kerja keras, dan dinamika perubahan.
Humas Kelenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa Tahun Kuda Api di tahun ini mengandung pesan penting.
Terutama bagi para pemimpin di tingkat daerah maupun nasional.
"Kami berharap para pemimpin lebih terbuka mata dan hatinya, lebih mendengar rakyat, dan bekerja sekeras tenaga seperti kekuatan kuda, tapi bukan kuda yang liar," ujarnya pada Selasa (17/2/2026).
Dalam tradisi Tionghoa, tahun ini memiliki unsur api ganda, yakni Bing dan Wu, yang menurut David perlu dimaknai dengan kehati-hatian.
"Bing itu api besar, Wu juga elemen api. Artinya, tahun ini energinya sangat aktif. Kita harus menjaga emosi dan tutur bicara agar tidak mudah tersulut," jelas David.
Ia mengingatkan bahwa beberapa peristiwa sejarah terjadi pada tahun dengan siklus elemen serupa.
Misalnya di tahun 1966 yang secara astrologi disebut sebagai Kho Ping Hoo ketika banyak gejolak sosial terjadi di Indonesia dan Tiongkok.
David menjelaskan, pada tahun 1966, terjadi revolusi budaya di Tiongkok.
Sedangkan di Indonesia terjadi peristiwa lanjutkan Gestok, yakni perburuan terhadap anggota PKI.
Di tahun itu juga, Presiden Sukarno mengakhiri jabatannya.
"Kami berharap di tahun 2026 ini Indonesia tetap aman, tidak terjadi fenomena yang kurang baik. Karena perubahan besar yang tidak terduga itu bisa membawa efek luas," harap David.
David menjelaskan bahwa sembahyang hari pertama Tahun Baru Imlek memiliki makna sakral khusus bagi umat Tridharma.
Ibadah dimulai dengan sembahyang kepada Thian Kong atau Tuhan Yang Maha Esa.
Lalu dilanjutkan penghormatan kepada Dewa Penjaga Kelenteng hingga Buddha Mile yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
"Hari pertama dalam penanggalan Imlek itu seperti Salat Id bagi saudara Muslim."
"Kita menyalakan dupa pertama dengan penuh harapan, berkumpul, berdoa bersama untuk kebaikan tahun yang baru," katanya.
| Masjid Agung Jami Malang, Warisan Sejarah dengan Perpaduan Istimewa Arsitektur Jawa dan Arab |
|
|---|
| Burger Van Malang: Bukan Sekadar Food Truck, Ini Kisah di Baliknya |
|
|---|
| Pedagang Pasar Bunul Akui Stok Minyakita Masih Aman Meski sempat Terkendala saat Lebaran |
|
|---|
| Wacana Koridor Baru Trans Jatim di Malang, Terminal Arjosari Nyatakan Kesiapan |
|
|---|
| Panen Cabai di Kota Malang, Walikota Soroti Selisih Harga Petani dan Pasar Sangat Jauh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kelenteng-Eng-An-Kiong-yang-terletak-di-Jalan-Laksamana-Martadinata.jpg)